Jelang Ramdhan harga ikan air tawar di pringsewu alami penurunan

  • Bagikan

Warga sedang memanen ikan mas.
(Potensinews.id/yudi)


Pringsewu (Potensi news): Jelang Ramadhan di saat sejumlah kebutuhan pokok harganya mulai naik, justru petani ikan di bilangan kecamatan Pagelaran mendapati harga ikan air tawar turun.

Iman misalnya seorang petani ikan di kecamatan Pagelaran yang menekuni budidaya ikan Air tawar merasakan turunnya harga ikan di tingkat petani.

Ia mejelaskan sebelumnya pada bulan Januari-Februari 2022, harga ikan lele di tingkat petani kisaran Rp15.500/kg, tetapi memasuki bulan Maret 2022 harganya mulai turun sekita Rp500/kg. “Jadi saat ini harga ikan lele di tingkat petani sekitar Rp15.000/kg,ditambah lagi dengan kenaikan harga pelet berkisar Sepuluh sampai Dua belas ribu per sak, kenaikan harga pelet pada semua merk, yang membuat turunnya pendapatan petani ikan,”ungkapnya.

Baca Juga:  Membandel, SPBU di Kabupaten Way Kanan Masih Lakukan Pengecoran

Kang Iman panggilan akrabnya pembudidaya ikan lele ,ikan Mas dan ikan Koi mengaku biasanya memasuki bulan puasa harga kembali naik seiring meningkatnya permintaan masyarakat akan konsumsi ikan.

Pihaknya menduga turunnya harga ikan di tingkat petani dimungkinkan karena permintaan masyarakat akan konsumsi ikan air tawar turun, sehingga berdampak pada harga ikan di tingkat petani.

Selain ikan lele, ikan mas juga mengalami penurunan harga di tingkat petani.

Menurut Bagiyo salah satu pedagang di Pagelaran mengaku seja memasuki bulan Maret 2022 harga ikan di tingkat petani turun.

Ia menjelaskan pada bulan Januari-Februari 2022 harga ikan mas di tingkat petani masih kisaran Rp25.000/kg, tetapi memasuki bulan Maret 2022 harganya mulai turun. “Bahkan saat ini untuk ikan mas hanya Rp22.500/kg,” ungkapnya.

Baca Juga:  Warga Margototo, Metro Kibang Bantu Warga Cianjur Korban Gempa, Disalur Lewat FRRL

Ia menjelaskan turunnya harga ikan mas cukup drastis dari Rp25.000/kg, saat ini hanya Rp22.500/kg atau turun Rp2500/kg.

Menurut Subagiyo turunnya harga ikan mas di duga karena permintaan warga akan konsumsi ikan air tawar masih rendah/turun. Padahal kata dia produksi ikan mas di pagelaran saat ini melimpah.

Ia berharap pada saat bulan ramadhan harga ikan mas bisa kembali membaik seiring permintaan warga akan konsumsi ikan air tawar.(yud)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *