Muhibah Budaya: Lampung Terpilih Sebagai Rute Pelayaran Jalur Rempah

  • Bagikan
Muhibah Budaya: Lampung Terpilih Sebagai Rute Pelayaran Jalur Rempah
Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto memimpin Rapat Pemantapan Pelaksanaan Kegiatan MBJR di Sakai Sambayan. Foto: Dok Pemprov Lampung

Potensinews.id – Muhibah Budaya Lampung terpilih sebagai rute pelayaran jalur rempah.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto memimpin Rapat Pemantapan Pelaksanaan Kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR) di Sakai Sambayan, Rabu, 5 Juni 2024.

Rapat ini dilaksanakan untuk memastikan segala persiapan kegiatan agar nantinya dapat berlangsung dengan baik, karena pada kegiatan ini Lampung terpilih sebagai salah satu lokasi rute pelayaran dan pelaksanaan kegiatan MBJR.

Pelayaran melewati titik-titik yang mengandung sejarah perdagangan dan budaya penting menjadi simbol keterhubungan daerah dan konektivitas historis melalui Jalur Rempah.

Muhibah Budaya dapat dijadikan sebagai wahana untuk mengaktifkan kembali jalur ini, menghubungkan titik-titik rempah, dan mempererat ikatan budaya antarwilayah.

Baca Juga:  Sistem Merit¬†Cegah Praktik KKN, Gubernur Lampung: Kita Harap Sistem ini Raih Nilai Tertinggi

Dengan rute pelayaran Jakarta-Belitung Timur-Dumai-Sabang-Sabang-Malaka-Tjg Uban-Lampung-Jakarta.

MBJR 2024 mengangkat tema “Jalur Rempah dalam Konteks Konektivitas Budaya Melayu”, Muhibah Budaya tahun 2024 akan menjelajahi kearifan lokal di 7 kota bersama KRI Dewaruci dan 75 Laskar Rempah terpilih.

MBJR hadir sebagai platform yang tidak hanya mengembangkan ketahanan budaya tetapi juga memperkuat diplomasi budaya, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.

Rempah-rempah merupakan bukti sejarah yang menjadikan Indonesia sebagai poros perdagangan dunia yang dilakukan melalui jalur maritim.

Muhibah Budaya diarahkan untuk mengembalikan Indonesia ke pusat perhatian global, mempromosikan kekayaan budaya sebagai daya tarik utama.

Pemanfaatan Cagar Budaya (CB) dan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) juga menjadi fokus kegiatan Muhibah Budaya.

Baca Juga:  BPK Perwakilan Provinsi Lampung Serahkan Laporan Hasil Pemeriksaan Semester II Tahun 2022 Kepada Gubernur Arinal Djunaidi

Melalui pengembangan dan pelestarian cagar budaya, diharapkan warisan sejarah dan budaya Nusantara tetap hidup dan relevan, serta dapat membangkitkan kembali ekosistem dan ekonomi masyarakatnya.

Program ini menempatkan generasi muda para mahasiswa seluruh Indonesia sebagai agen perubahan melalui berbagai aktivitas, seperti festival berbasis rempah dan budaya bahari, seminar, workshop, ritual, residensi, dan lain-lain.

  • Bagikan