UTBK Mandiri 2024 Unila Diikuti 600 Peserta, Rektor Pantau Pelaksanaan Langsung

  • Bagikan
UTBK Mandiri 2024 Unila Diikuti 600 Peserta, Rektor Pantau Pelaksanaan Langsung
Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani, melakukan pemantauan terkait pelaksanaan ujian tulis independen, di Gedung UPT TIK Unila, pada Senin, 8 Juli 2024. Foto: Dok Unila

Potensinews.id – UTBK Mandiri 2024 Unila diikuti 600 peserta, Rektor pantau pelaksanaan langsung.

Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof Lusmeilia Afriani, melakukan monitoring pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Mandiri 2024 di Gedung UPT TIK Unila, pada Senin, 8 Juli 2024.

Ujian ini merupakan bagian dari rangkaian seleksi calon mahasiswa baru jalur mandiri yang diselenggarakan Unila.

Sekitar 600 peserta mengikuti UTBK Mandiri 2024 yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari 8 hingga 10 Juli 2024.

Seleksi Mandiri Unila tahun ini menawarkan beberapa jalur masuk, termasuk Ujian Tulis Mandiri, Kelas Internasional, Kerja Sama dan PSDKU, Afirmasi (PMPAP/3T dan Prestasi Khusus), serta Studi Lanjutan.

Baca Juga:  Rektor Kembali Lantik Pejabat Baru Universitas Lampung

Dalam kunjungannya, Rektor Lusmeilia didampingi oleh Humas Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Muhamad Komarudin, beserta tim PMB Unila di UPT TIK Unila.

Dia meninjau langsung pelaksanaan ujian dan memastikan bahwa semua prosedur operasional baku (POB) yang ditetapkan pusat terpenuhi dengan baik.

“Pelaksanaan UTBK Mandiri 2024 di Unila sudah sesuai dengan POB yang ditetapkan. Fasilitas yang disiapkan juga memenuhi persyaratan, baik dari segi sarana dan prasarana seperti ruangan, peralatan, maupun perangkat yang digunakan,” ujar Prof Lusmeilia.

Rektor Lusmeilia berharap agar seluruh proses seleksi jalur mandiri, mulai dari persiapan, sistem, hingga pelaksanaan, dapat berjalan dengan lancar dan tertib.

Dia juga menekankan pentingnya aspek keamanan selama ujian berlangsung.

Baca Juga:  Unila Memperoleh Peringkat Empat Terbaik Nasional, Anugerah KIP 2023 Kategori PTN

“Meskipun aspek keamanan sudah memadai, panitia pengawas diharapkan lebih adaptif dalam mengatasi berbagai tantangan yang mungkin muncul selama proses ujian, seperti perubahan kebijakan atau kondisi tak terduga lainnya,” tutur Prof Lusmeilia.

Lebih lanjut, Prof Lusmeilia menyampaikan bahwa peningkatan kualitas proses seleksi penerimaan mahasiswa baru ini bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul bagi Unila dan bangsa Indonesia.

“Semua ini demi terciptanya Indonesia Emas dan mengembalikan marwah Unila sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia,” pungkas Prof Lusmeilia.

  • Bagikan