Potensinews.id – Pengurus Federasi Savate Indonesia (FSI) Provinsi Sumatera Selatan secara resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 pada Minggu, 4 Januari 2026.
Pertemuan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini menjadi langkah awal organisasi dalam memperkuat konsolidasi dan menyusun peta jalan pembinaan prestasi olahraga Savate di Bumi Sriwijaya.
Rapat kerja dipimpin langsung oleh Ketua Umum FSI Sumatera Selatan, Dr. Amiruddin Sandy, S.STP., M.Si., serta dihadiri oleh jajaran pembina, pengurus provinsi, dan seluruh Pengurus Cabang (Pengcab) kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.
Dalam arahannya, Dr. Amiruddin Sandy menegaskan bahwa Raker 2026 merupakan forum strategis untuk mengevaluasi capaian tahun sebelumnya sekaligus merumuskan program kerja yang lebih terukur.
“Rapat kerja ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wadah untuk menyamakan visi. Tantangan ke depan menuntut organisasi yang solid, profesional, dan adaptif agar atlet Savate Sumatera Selatan mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Amiruddin Sandy.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Sumatera Selatan, Syafril Chaniago.
Dalam pandangannya, Syafril mengapresiasi langkah cepat FSI Sumsel dalam memulai koordinasi di awal tahun dan berharap program kerja 2026 selaras dengan agenda KONI daerah dalam mencetak atlet berprestasi.
Pembina Savate Sumsel, Dr. dr. H. Harun Hudari dan H. M. Thahir Ritonga, juga menekankan pentingnya tiga pilar utama: kesinambungan pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih/wasit, serta tata kelola organisasi yang transparan.
Poin Utama Pembahasan Raker 2026:
1. Evaluasi Program: Meninjau efektivitas kegiatan yang telah berjalan di tahun sebelumnya.
2. Pembinaan Prestasi: Perencanaan jadwal latihan intensif dan partisipasi dalam berbagai kejuaraan.
3. Kualitas SDM: Sertifikasi dan pelatihan bagi pelatih serta wasit berstandar nasional.
4. Penguatan Struktur: Optimalisasi fungsi kepengurusan FSI di tingkat kabupaten dan kota.
Melalui hasil Raker ini, FSI Sumatera Selatan menyatakan optimisme mereka untuk terus melahirkan atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama daerah melalui cabang olahraga bela diri asal Prancis ini.












