Pesawaran

Panen Raya Nasional Jadi Momentum Penguatan Ketahanan Pangan di Pesawaran

×

Panen Raya Nasional Jadi Momentum Penguatan Ketahanan Pangan di Pesawaran

Sebarkan artikel ini
Panen Raya Nasional Jadi Momentum Penguatan Ketahanan Pangan di Pesawaran
Bupati Pesawaran Nanda Indira bersama Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali menghadiri kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. | Ist

Potensinews.id — Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B, S.E., M.M. bersama Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, S.H. menghadiri kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Kegiatan tersebut disaksikan secara virtual melalui Zoom Meeting dan berlangsung di Kantor PDAM Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu, 7 Januari 2026.

Kegiatan nasional ini turut dihadiri secara langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, serta rombongan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Pesawaran.

Rombongan Jawa Tengah dipimpin oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, didampingi Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dalam kurun waktu satu tahun, lebih cepat dari target yang telah ditetapkan pemerintah. Presiden menegaskan bahwa capaian ini merupakan tonggak strategis dalam perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga:  Bupati Pesawaran Hadiri Musrenbang di Kecamatan Negeri Katon dan Tegineneng

Menurut Presiden, kedaulatan bangsa tidak akan pernah utuh apabila kebutuhan pangan rakyat masih bergantung pada negara lain. Oleh karena itu, swasembada pangan menjadi fondasi utama dalam menjaga kemerdekaan dan ketahanan nasional.

“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau pangannya bergantung pada bangsa lain,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga para petani dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia yang telah berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman dalam paparannya menyampaikan bahwa produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34 juta ton. Ia juga menekankan peran strategis Perum Bulog dalam menyerap hasil panen petani guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan nasional.

Menurut Menteri Amran, stok beras nasional saat ini berada pada level yang sangat kuat, yakni mencapai 3,2 juta ton dan bahkan sempat menyentuh angka 4 juta ton. Angka tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan stok beras nasional saat Indonesia menerima penghargaan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

Baca Juga:  Lampung Optimis Produksi Padi Melonjak Jadi 3,5 Juta Ton di 2025

“Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih yang berangkat dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan didukung oleh seluruh penyuluh serta petani Indonesia,” ujar Menteri Amran.

Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira menyambut baik serta mengapresiasi keberhasilan program swasembada pangan yang digagas Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, ketahanan pangan yang kuat tidak hanya mendorong kemandirian bangsa, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani di daerah.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten Pesawaran siap mendukung dan menyukseskan program ketahanan pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian, peningkatan produktivitas lahan, serta sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan optimismenya bahwa Provinsi Lampung akan menjadi salah satu daerah penyangga utama swasembada pangan nasional. Ia mengungkapkan bahwa produksi padi Lampung tahun ini mengalami peningkatan signifikan.

Baca Juga:  Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona Buka Acara Bimbingan Teknis Penerapan Aplikasi SIPD

“Tahun ini produksi padi Lampung naik hampir 15 persen, dari 2,7 juta ton menjadi sekitar 3 juta ton. Kami optimistis pada 2026 produksi dapat meningkat lagi sebesar 15 hingga 20 persen,” ujarnya.

Gubernur Mirza menambahkan, peningkatan produksi tersebut akan diperkuat melalui penerapan pupuk organik cair yang ditargetkan dapat diterapkan secara merata pada tahun 2026 dan diperkirakan mampu meningkatkan produktivitas pertanian hingga 10 persen.

Selain padi, Pemerintah Provinsi Lampung juga terus mendorong peningkatan produksi jagung serta memperkuat kerja sama antardaerah, salah satunya melalui perjanjian kerja sama sektor pertanian antara Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah.

“Kolaborasi antardaerah menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” pungkas Gubernur Lampung.