Unila

Rektor Unila Teken Kontrak Kinerja 2026, Pertegas Visi Kampus Berdampak bagi Masyarakat

×

Rektor Unila Teken Kontrak Kinerja 2026, Pertegas Visi Kampus Berdampak bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Rektor Unila Teken Kontrak Kinerja 2026, Pertegas Visi Kampus Berdampak bagi Masyarakat
Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani tandatangani Kontrak Kinerja 2026 di Kemdiktisaintek. Foto: Ist

Potensinews.id – Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., resmi menandatangani Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini berlangsung di Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.

Penandatanganan strategis ini dilakukan oleh jajaran rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia, serta disaksikan langsung oleh Mendiktisaintek, Brian Yuliarto. Langkah ini menjadi instrumen penting pemerintah untuk menyatukan visi pengelolaan kampus menuju Indonesia Emas 2045.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan bahwa kontrak kinerja ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan komitmen nyata untuk menciptakan dampak bagi masyarakat.

Baca Juga:  DWP Unila, Menggelar Workshop Evaluasi Dan Penyusunan Progja 2024

“Seluruh perguruan tinggi harus bergerak dalam satu orkestra nasional. Kita punya peran melahirkan terobosan baru, membangkitkan industri maju, dan memperkuat hilirisasi penelitian yang berdampak langsung bagi rakyat,” tegas Brian Yuliarto.

Bagi Universitas Lampung, penandatanganan ini merupakan penguatan dari kebijakan internal yang telah berjalan. Unila tercatat telah mengimplementasikan Kurikulum Berdampak berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Sistem ini menekankan pada capaian lulusan agar memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan dunia kerja, sektor industri, serta pemberdayaan masyarakat. Prof. Lusmeilia menjelaskan bahwa Unila juga telah mengembangkan sembilan mata kuliah pengayaan lintas disiplin.

“Mata kuliah ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi kepemimpinan, kewirausahaan, literasi digital, hingga kepekaan sosial, guna mendukung Program Kampus Berdampak,” ungkap pimpinan Unila tersebut.

Baca Juga:  Rekonsiliasi dan Kue Kekuasaan

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah melalui Kemdiktisaintek juga menekankan penguatan ekosistem penelitian melalui peningkatan kesejahteraan dosen.

Hal ini mencakup pemberian insentif riset yang lebih kompetitif agar dosen mampu menjalankan peran sebagai garda terdepan pencetak talenta masa depan.

Melalui kontrak kinerja 2026, Unila berkomitmen penuh meningkatkan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi.

Sinergi antara kebijakan nasional dan implementasi lokal diharapkan mampu mendorong Unila sebagai institusi yang melahirkan riset aplikatif serta lulusan unggul yang berdaya saing global.