Potensinews.id – Mahasiswi Program Studi S1 Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila), Calesta Adinda, sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Ia berhasil meraih penghargaan Best Paper dalam ajang 2nd International Colloquium in Medical Biotechnology and Health Sciences (ICMBHS) 2025.
Konferensi ilmiah internasional ini merupakan hasil kolaborasi Fakultas Kedokteran (FK) Unila dengan Biotechnology Research Institute, Universiti Malaysia Sabah (UMS), yang menjadi wadah diskusi bagi peneliti bioteknologi medis dan ilmu kesehatan dunia.
Dalam forum tersebut, Calesta memaparkan hasil risetnya yang berjudul “Analysis of Cadmium (Cd) and Lead (Pb) Levels in Water Samples by Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) at the Lampung Health Laboratory Center”.
Penelitian ini menyoroti isu krusial terkait pencemaran logam berat Kadmium (Cd) dan Timbal (Pb) pada sumber air.
“Saya memilih topik ini karena isu pencemaran logam berat di perairan semakin relevan dengan kondisi lingkungan saat ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran ilmiah mengenai kualitas air serta mendukung upaya pengawasan lingkungan,” ujar Calesta saat dikonfirmasi, Jumat, 9 Januari 2026.
Calesta menjelaskan, dalam risetnya ia menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS).
Metode ini dipilih karena memiliki sensitivitas dan akurasi tinggi serta prosedur analisis yang telah terstandar secara ilmiah untuk mendeteksi unsur logam berat dalam air.
Data hasil penelitian ini memiliki kontribusi besar sebagai dasar pengawasan kualitas air dan evaluasi risiko kesehatan masyarakat. Namun, Calesta menyadari masih ada keterbatasan dalam risetnya, terutama pada cakupan wilayah pengambilan sampel.
“Saya berharap penelitian ini dapat dikembangkan dengan jumlah sampel yang lebih besar, analisis parameter logam yang lebih beragam, serta kajian mendalam mengenai dampak paparannya terhadap kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Keberhasilan Calesta menjadi bukti bahwa latar belakang daerah bukan penghalang untuk bersaing di level global. Mahasiswi yang berasal dari Krui, Kabupaten Pesisir Barat ini berpesan agar rekan-rekan mahasiswa lainnya tidak ragu untuk menembus forum ilmiah internasional.
Menurutnya, keberanian untuk memulai, konsistensi dalam belajar, serta dukungan bimbingan dosen dan doa orang tua adalah kunci utama kesuksesan.
Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi Universitas Lampung sebagai institusi yang produktif dalam menghasilkan riset-riset berkualitas di tingkat internasional.












