Opini

Lampung Maju Bikin Indonesia Makin Terang!

×

Lampung Maju Bikin Indonesia Makin Terang!

Sebarkan artikel ini
Lampung Maju Bikin Indonesia Makin Terang!
Ahmad Novriwan, Ketua Formatur JMSI Lampung. Foto: Ist

Potensinews.id – Awal tahun selalu menjadi ruang kontemplasi, saat yang tepat untuk menimbang arah perjalanan dan menyusun ulang langkah ke depan.

Bagi Provinsi Lampung, tahun 2026 bukan sekadar penanda waktu, melainkan momentum strategis untuk menegaskan komitmen menuju Lampung Maju yang berdampak nyata bagi Indonesia secara keseluruhan.

Sebagai organisasi perusahaan pers, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung memandang bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada jargon, seremoni, atau sekadar capaian statistik. Pembangunan harus menyentuh keseharian rakyat, memperkuat ketahanan sosial, serta menciptakan ekosistem yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Lampung Maju harus bertumpu pada rencana strategis yang komprehensif dan terukur. Bukan sekadar dokumen administratif, melainkan peta jalan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara nyata, dari desa hingga kota, dari pesisir hingga pegunungan.

Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang mampu membaca potensi lokal, memitigasi risiko, serta melibatkan partisipasi publik. Di sinilah pentingnya keterbukaan informasi dan peran pers sebagai pengawal arah pembangunan.

Sampah, Kesehatan, dan Ekonomi Kerakyatan

Salah satu tantangan besar sekaligus peluang Lampung ke depan adalah pengelolaan sampah. Jika dikelola dengan pendekatan ekonomi sirkular, sampah bukan lagi beban, melainkan sumber daya ekonomi kerakyatan. Bank sampah, industri daur ulang, hingga energi alternatif dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Baca Juga:  JMSI Lampung Diminta Wujudkan Pers Sehat dan Profesional

Di sektor kesehatan, kolaborasi antara pengobatan modern dan tradisional perlu dikembangkan secara ilmiah dan terstandar. Lampung kaya akan tanaman obat dan kearifan lokal. Jika dikembangkan dengan riset dan regulasi yang tepat, kolaborasi ini bukan hanya memperluas akses layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat ekonomi berbasis budaya lokal.

Ekonomi daerah tidak akan tumbuh tanpa keberanian membuka akses pendanaan dan pasar baru. Stimulus ekonomi harus benar-benar menyentuh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM), petani, serta masyarakat yang memiliki lahan tidur namun kekurangan modal dan akses pasar.

Pemanfaatan lahan kosong secara produktif, baik untuk pertanian, peternakan, maupun usaha kreatif, harus didorong melalui pendampingan, kemudahan perizinan, dan kepastian pasar. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak terpusat, tetapi menyebar dan inklusif.

Baca Juga:  Korupsi di Lampung, Tantangan Berat bagi Pemerintah dan Masyarakat

Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan masa depan Lampung. Pembatasan penggunaan telepon genggam di sekolah bukanlah bentuk kemunduran, melainkan upaya mengembalikan fokus belajar dan interaksi sosial yang sehat.

Demikian pula dengan larangan penggunaan kendaraan roda dua bagi pelajar. Kebijakan ini harus dibaca sebagai langkah preventif untuk keselamatan generasi muda, sekaligus pengingat bahwa disiplin dan tanggung jawab adalah bagian dari proses pendidikan karakter.

Lampung membutuhkan sistem transportasi umum yang berjejaring, aman, dan terjangkau. Menghidupkan kembali transportasi publik bukan hanya soal mobilitas, tetapi juga soal keadilan sosial, pengurangan kemacetan, efisiensi energi, dan penurunan emisi.

Transportasi umum yang terintegrasi akan memperkuat konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Tidak ada pembangunan yang berkelanjutan tanpa tata kelola keuangan dan pemerintahan yang transparan serta efisien. Anggaran publik harus dikelola secara akuntabel, tepat sasaran, dan berorientasi pada manfaat nyata bagi rakyat.

Keterbukaan informasi publik bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi fondasi kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat. Di sinilah peran pers menjadi krusial sebagai mitra kritis sekaligus konstruktif.

Baca Juga:  Gandi Yusnadi Nahkodai JMSI Lampung Selatan

Sebagai daerah yang rawan bencana, Lampung membutuhkan kebijakan mitigasi yang serius, sistem peringatan dini yang andal, serta edukasi publik yang berkelanjutan. Pemerintah harus fokus pada kesiapsiagaan dan pemulihan, bukan pada publikasi berlebihan yang justru memicu kepanikan.

Informasi kebencanaan harus disampaikan secara akurat, proporsional, dan bertanggung jawab, agar masyarakat tetap waspada tanpa kehilangan ketenangan.

Refleksi awal tahun ini menegaskan bahwa Lampung Maju bukan hanya agenda daerah, melainkan bagian dari ikhtiar besar membangun Indonesia yang lebih terang, adil, dan berdaya saing.

Dengan perencanaan yang matang, kebijakan yang berpihak pada rakyat, tata kelola yang bersih, serta peran pers yang independen dan beretika, Lampung dapat menjadi contoh bahwa pembangunan daerah yang tepat akan memperkuat cahaya Indonesia secara keseluruhan.

Lampung Maju, Indonesia Makin Terang.

Oleh: Ahmad Novriwan, Ketua Formatur JMSI Lampung