Sekjend Kemendikbud ristek Melantik Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., Menjadi Rektor Universitas Lampung 2023-2027

  • Bagikan
Sekjend Kemendikbud Ristik Melantik Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., Menjadi Rektor Universitas Lampung 2023-2027

Jakarta, (Potensinews.id) – Sekretaris Jendral Kemendikbud ristek RI Ir. Suharti, M.A., Ph.D menegaskan, agar Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, DEA, IPM yang baru saja dilantik menjaga integritas.

Hal tersebut diungkapkan Ir. Suharti, M.A., dalam sambutannya usai melantik Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, DEA, IPM dan tujuh pejabat lainnya di lingkungan Kemendikbud Ristek, di Jakarta, Rabu (18/01/2023).

“Kami perlu menekankan secara khusus terkait menjaga integritas. Pesan ini untuk seluruh pejabat, namun kami memberikan penekanan betul kepada Rektor Unila yang dilantik hari ini, untuk lebih memperhatikan prinsip-prinsip tadi,” kata Suharti.

Rektor yang baru, lanjut Suharti, harus mampu mengembalikan marwah Unila yang ternodai, karena kasus yang terjadi dan saat ini sedang dalam proses persidangan.

Baca Juga:  Unila dan Kadin Lampung Bahas Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa Melalui Sertifikasi Usaha

“Ini membutuhkan komitmen dan keberanian. Praktik-praktik yang tidak benar, harus dihentikan di semua unit organisasi. Seluruh pimpinan perlu berada dalam satu barisan, memegang prinsip yang sama,” tegas dia.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan yang di lakukan tidak akan berjalan maksimal jika tidak memegang prinsip-prinsip integritas, kreatif, inovatif dan inisiatif, pembelajaran, menjunjung meritokrasi, terlibat aktif dan juga tanpa pamrih.

“Mendikbud Ristek mendukung visi misi bapak Presiden RI untuk mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila,” tuturnya.

Untuk itu, tambah dia, transformasi yang dilakukan oleh Mendikbud Ristek selama tiga tahun terakhir benar-benar untuk memastikan tujuan-tujuan yang ditetapkan dapat dicapai.

Baca Juga:  Panitia Pemira Universitas Lampung Mengundurkan Diri

Sebab, kata dia, kebijakan merdeka belajar yang dilaksanakan melalui program dan kegiatan pembangunan tidak hanya dibiayai oleh pemerintah, tetapi juga masyarakat melalui gotongroyong dan berkolaborasi dengan pihak lain.

“Tentu menjadi tugas kita bersama untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (Red) 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *