Guru Semangat Mengikuti Seminar Nasional Dengan Pembicara Dr. Muqowim

  • Bagikan
(Potensinews.id)

Potensinews.id, BANDARLAMPUNG – Acara yang dihelat oleh LP Ma’arif Kota Bandar Lampung sangat luar biasa dengan mendatangkan pembicara Dr. Muqowin seorang dosen dari UIN Sunan Kalijaga dan pembicara nasional, Kamis (16/11/2023) di Gedung Lama Rektorat UIN Raden Intan Lampung.

Seminar nasional ini dibuka oleh Wakil ketua PCNU Kota Bandar Lampung, Abdul Aziz. Pembukaan dimulai pukul 09.30 dan acara ini dapat terselenggara bantuan semua pihak dan mandiri.

Terima kasih kepada para donatur sehingga acara ini terselenggara. Sedikitnya ada donatur dari H. Darussalam, S.H.,”kami mengucapkan terima kasih para donatur, Bukan soal nominalnya, Namun kepeduliannya untuk memberikan kemajuan terhadap dunia pendidikan, Kami doakan para donatur dipermudah urusannya,” Ujar Nirwan.

Pembukaan dihadiri LP Ma’arif PWNU Provinsi Lampung Prof. Dr. Subandi, Ketua MUI Kota Bandar Lampung, Amirudin, M.Ag, Ketua Ustadz Agus Faisal, M.Pd.i dan Sekretaris LP Ma’arif Kota Bandar Lampung Ustadz Nirwan, M.Pd.i.

Baca Juga:  Humas Polda Lampung Terima Kunjungan JMSI

Saat sambutan Ustadz Agus Faisal, M.Pd.i ada perkataan yang menarik dan sangat kita garis bawahi mengatakan bahwasanya, mengutip perkataan Bung Karno, “Berikan sepuluh orang pemuda, maka akan ku guncang dunia.

Beri sepuluh guru, Maka akan aku guncang dunia akhirat,” Ujar Agus Faisal.

Pendidikan salah satu faktor untuk peradaban suatu negara, Masyarakat dan keluarga.

Disela-sela sambutan ketua LP Ma’arif NU Provinsi Lampung secara de fakto, Prof.Dr.Subandi menyampaikan bahwa betapa, “Pentingnya pendidikan, Kesehatan dan perekonomian yang mandiri, Ini merupakan tolak ukur suatu bangsa yang memiliki martabat dan beradab,” Terang Prof.Dr. Subandi.

Seminar nasional yang diisi oleh motivator pendidik, Dr. Muqowim, M. Ag. yang dimulai dari pukul 10.30-15.30 wib.

Para pendidik antusias dan semangat mengikuti acara ini.

Seminar yang isinya memotivasi para pendidik untuk trik dan tips bagaimana menyampaikan kepada anak didik agar menyenangkan dan sampai ke hati anak didik.

Baca Juga:  LSM GML Menginstruksikan Kadernya, Coblos Dan Menangkan Caleg DPR RI, Ruby Chairani 

Pendidik, Itu tidak hanya memberikan materi namun menyampaikannya dengan hati sehingga anak didik tersebut memiliki akhlak mulia.

Pendidik dengan senang, Menggembirakan seharian menerima materi tanpa bosan dikarenakan diselingi dengan games.

Pembicara seminar nasional Dr. Muqowim, M.Ag. yang dilahirkan Karang Anyar, 10 Maret 1973 sebagai dosen UIN Sunan Kalijaga menempuh S3 program Doktor Studi Islam (konsentrasi sejarah pendidikan Islam) tahun 2011.

Dr. Muqowim merupakan penulis buku tentang Pendidikan Karakter dengan pendekatan lIving values education dan kita semua istimewa.

Pendidikan itu bukan soal bagaimana anak didik hanya cerdas secara intelektual namun para pendidiklah yang membentuk anak didik agar memiliki keyakinan, Keimanan, ketaqwaan sehingga anak didik dapat dan mampu bertahan di kehidupan masyarakat kelak.

Kita sebagai pendidik harus memiliki strategi dan cara sehingga anak didik menghadapi pendidik tidak menakutkan namun menyenangkan, menggembirakan, memahami sehingga anak didik memiliki akhlak yang mulia dan memahami apa yang disampaikan.

Baca Juga:  HUT ke-341 Pemkot Akan Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

Pendidik Pun mendo’akan anak didiknya, Agar apa yang kita sampaikan dapat dengan mudah dimengerti dan kelak ilmu tersebut menjadi bekal kehidupan yang baik bagi anak didik.

Pendidik menghadapi anak didik yaitu dengan damai, Cinta, Keikhlasan, Semangat, Happy.

Damai artinya melihat anak didik yang pecicilan, Nakal, Aktif kita selalu melihatnya dengan damai, positif emotion sehingga kita selalu memberikan energi yang positif kepada anak didik.

Ketika kita menyampaikan dengan energi positif dengan hati akan sampai materi ke hati sehingga bisa diserap oleh akal yang baik oleh anak didik.

Pendidik itu bagaimana cara proses mengajarnya diutamakan baru lah soal nilai dan prilaku, sehingga memiliki kualitas, Value pendidikan yang baik bukan hanya melepaskan sebagai kewajiban saja dengan cara CBSA (Catat Buku Sampai Abis) namun bagaimana menciptakan ruang kelas yang gembira, menyenangkan dan berbobot,” Beber Dr. Muqowim.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *