Potensinews.id — Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Musi menggelar acara pisah sambut kepala balai yang berlangsung di Hotel Aryaduta Palembang, Jumat, 9 Januari 2026.
Dalam sambutannya, Dr. Sulthani Aziz, M.Sc. menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran dan kesuksesan kegiatan pisah sambut BPDAS Musi.
“Alhamdulillah, acara ini berjalan dengan lancar dan sukses. Saya mohon maaf apabila selama bertugas di BPDAS Musi terdapat kekhilafan. Terima kasih kepada seluruh rekan kerja dan mitra atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik dan solid,” ujar Sulthani Aziz.
Ia menambahkan, masa tugasnya selama kurang lebih delapan tahun di Sumatera Selatan merupakan waktu yang sangat berharga, penuh pembelajaran dan pengalaman. Sulthani juga memohon doa agar dapat menjalankan amanah dengan baik di tempat tugas yang baru sesuai aturan dan tanggung jawab yang diberikan.
Sementara itu, Kepala BPDAS Musi yang baru, Khuswantoro Akhadi, S.Hut., M.A.P., menegaskan komitmennya untuk melanjutkan serta menyempurnakan berbagai program yang telah dirintis oleh pimpinan sebelumnya demi pengelolaan daerah aliran sungai dan kehutanan yang berkelanjutan.
Menurut Khuswantoro, pengelolaan DAS tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, serta mitra terkait.
“Kami akan melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh Pak Aziz. Pengelolaan yang baik tentu membutuhkan sinergi antara seluruh elemen, baik pemerintah, masyarakat, maupun mitra lainnya, agar tujuan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai,” ungkapnya.
Ia juga menekankan peran strategis BPDAS Musi dalam mendukung program prioritas Kementerian Kehutanan, khususnya Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) serta Kebun Pangan Rakyat (KPR), sebagai upaya pemulihan lingkungan sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat.
“Program RHL dan KPR merupakan amanah dari pusat. Ke depan, kami berharap dapat terus melakukan inovasi program sesuai kondisi wilayah DAS Musi dengan melibatkan semua pihak,” jelasnya.
Sebagai pejabat baru, Khuswantoro mengaku tidak ingin bekerja secara individual. Ia menegaskan pentingnya kerja tim, kolaborasi, serta optimalisasi sumber daya manusia yang ada di lingkungan BPDAS Musi.
“Saya menyadari tidak bisa bekerja sendiri. Semua harus saling mendukung dan mensupport. Dengan sumber daya yang ada, saya yakin kita bisa mengelola amanah ini dengan lebih baik,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khuswantoro juga mengungkapkan kesan kedekatan dan hubungan baik dengan berbagai pihak yang baru ditemuinya, termasuk rekan lama semasa kuliah.
“Baru sekitar seminggu bertemu, tetapi sudah terasa seperti saudara. Semangat kebersamaan dan keterbukaan ini menjadi modal penting ke depan,” ujarnya.
Dengan semangat sinergi dan kolaborasi tersebut, Khuswantoro optimistis BPDAS Musi dapat terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan Daerah Aliran Sungai Musi.












