Potensinews.id – Sektor pendidikan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi mendapat penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Sebanyak 4.091 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dan penugasan yang diserahkan secara bertahap di Palembang, Kamis, 15 Januari 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., menjelaskan bahwa proses penyerahan SK dilakukan hingga Selasa mendatang untuk menjamin akurasi administrasi bagi ribuan pegawai tersebut.
“Alhamdulillah, SK bagi 4.091 PPPK paruh waktu resmi diserahkan. Kami berharap seluruh pegawai dapat bekerja dengan dedikasi dan tanggung jawab penuh sesuai status baru yang mereka sandang,” ujar Mondyaboni.
Ia menegaskan, para tenaga pendidik dan kependidikan ini harus mampu melahirkan inovasi segar di lingkungan sekolah.
“Setiap hari harus ada inovasi. Kita butuh ide kreatif yang berdampak langsung bagi kemajuan siswa di Sumatera Selatan,” imbuhnya.
Sejalan dengan semangat inovasi tersebut, SMK Negeri 2 Palembang mulai mengimplementasikan program ketahanan pangan sebagai muatan lokal wajib.
Di bawah arahan Kepala Sekolah H. Suparman, S.Pd., M.Si., lahan sekolah kini dimanfaatkan untuk budidaya tanaman hortikultura seperti cabai, terong, kencur, hingga tanaman produktif seperti kelapa dan kelengkeng.
“Tujuannya adalah edukasi untuk mengubah mentalitas siswa dari konsumtif menjadi produktif. Jika mereka bisa menanam sendiri, minimal kebutuhan pangan mandiri terpenuhi, bahkan bisa menjadi peluang ekonomi,” jelas Suparman.
Program ini didukung melalui kurikulum muatan lokal dan ko-kurikuler resmi. Suparman mendorong siswa untuk mempraktikkan ilmu pertanian ini di lingkungan rumah masing-masing, meskipun menggunakan lahan terbatas dengan media polybag.
Selain fokus pada pengembangan kompetensi dan ketahanan pangan, Suparman juga memberikan refleksi terkait peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah. Ia memaknai perjalanan agung Nabi Muhammad SAW sebagai landasan penguatan karakter di sekolah.
“Inti dari peristiwa tersebut adalah perintah salat. Dari sana kita belajar tentang kedisiplinan dan tanggung jawab yang sangat relevan diterapkan dalam lingkungan pendidikan,” pungkasnya.












