Potensinews.id — Buku Jejak Tuha: Antologi Kisah Rakyat, Identitas, dan Budaya Way Kanan resmi diluncurkan di Nuwa Adat, Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Jumat (16/1/2026). Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya melalui karya literasi lokal.
Buku tersebut memuat kumpulan karya penulis asal Way Kanan, mulai dari kalangan pelajar hingga pegiat literasi. Beragam kisah rakyat dan nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat dituangkan dalam bentuk antologi.
Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Kabupaten Way Kanan, Eko Prasetyo, mengatakan buku ini merupakan hasil lokakarya kepenulisan yang digelar beberapa waktu lalu. Lokakarya tersebut diikuti penulis dan pegiat literasi dari berbagai latar belakang.
Ia menjelaskan, peserta lokakarya mendapat pelatihan menulis agar mampu menghasilkan karya yang baik dan sesuai kaidah kepenulisan. Proses pembinaan dilakukan secara bertahap hingga karya siap dinilai.
“Hasil karya telah direviu dan dikoreksi oleh para ahli serta penerbit buku yang menjadi pemateri lokakarya. Dari proses tersebut, terpilih 32 karya tulis yang dinyatakan layak diterbitkan dalam satu buku,” ujar Eko.
Ia menambahkan, buku ini diharapkan menjadi referensi untuk menggali dan mengenal identitas budaya Way Kanan. Cerita rakyat yang diangkat memiliki nilai historis dan kearifan lokal yang penting untuk diwariskan kepada generasi mendatang.
“Melalui penerbitan Jejak Tuha, pelestarian budaya tidak hanya dilakukan secara lisan, tetapi juga melalui dokumentasi tertulis. Dengan begitu, budaya lokal dapat lebih mudah diakses dan dinikmati masyarakat luas,” katanya.
Peluncuran buku turut dihadiri Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Way Kanan, Yudison, serta Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Way Kanan, Dian Eka Putri. Para penulis yang terlibat dalam antologi tersebut juga hadir dalam kegiatan tersebut.












