Potensinews.id – Delegasi Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung menghadiri Malam Anugerah Golden Award dalam rangka HUT ke-6 JMSI di Hotel Horison Ultima Ratu, Serang, Banten, Minggu malam, 8 Februari 2026.
Sebanyak 37 peserta yang dipimpin langsung oleh Ketua JMSI Lampung, Ahmad Novriwan, hadir mengikuti rangkaian acara yang bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 tersebut.
Ketua Pengda JMSI Lampung, Ahmad Novriwan, menyampaikan harapannya agar di usia ke-6 ini, JMSI semakin kokoh menjadi organisasi pers yang berkontribusi nyata bagi bangsa.
“Selamat HUT ke-6 JMSI. Semoga organisasi ini semakin bermanfaat bagi Indonesia ke depannya,” ujar Novriwan.
Puncak peringatan HUT tersebut ditandai dengan pemberian penghargaan Golden Award kepada tokoh nasional, kepala daerah, dan insan pers dalam kategori Golden Media Sosial, Golden Leader, Golden Wartawan, dan Golden Media Siber.
Ketua Umum JMSI, Dr. Teguh Santosa, menegaskan bahwa penerima penghargaan telah melalui seleksi ketat selama tiga bulan.
Ia menyatakan JMSI memiliki misi besar untuk menjernihkan arus informasi di era digital.
“JMSI hadir untuk menjadi penerang di tengah kejenuhan dan kegelapan informasi yang berseliweran di era kekinian. Apresiasi ini kami berikan kepada para pelaku kebangsaan yang berkomitmen pada kualitas,” tegas Teguh.
Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat negara, termasuk Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono, Wakil Menteri HAM Mugiyanto, serta Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak.
Dalam kesempatan itu, Menkop UKM Ferry Juliantono merespons persoalan hambatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Provinsi Lampung.
Ia berkomitmen menyiapkan solusi konkret terkait sengketa lahan yang menghambat program tersebut.
“Kami akan menyiapkan rumusan solusi terkait penyelesaian masalah tanah Koperasi Merah Putih di Lampung. Pemerintah pusat ingin memastikan program ini berjalan tanpa hambatan administrasi maupun konflik lapangan,” ungkap Ferry.
Wakil Menteri HAM, Mugiyanto, menekankan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjamin kebebasan pers dan perlindungan jurnalis.
Ia mengajak insan pers untuk mengedepankan paradigma positif dalam pemberitaan. “Good news is good news, tidak harus berita buruk yang menjadi berita bagus,” tuturnya.
Di sisi lain, Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan kritik reflektif mengenai penurunan kualitas konten media saat ini. Ia mendorong pers untuk kembali pada tradisi Wartawan Intelektual seperti para pendiri bangsa.
“Ruang publik harus kembali diisi dengan debat intelektual. Pers memiliki peran peradaban dan harus berpihak pada masyarakat yang membutuhkan, bukan sekadar memproduksi konten yang dangkal,” pungkas Dahnil.













