Sumatera Selatan

Polemik Oknum DPRD Banyuasin, Kyiai NU Bantah Klaim Keterlibatan NU

×

Polemik Oknum DPRD Banyuasin, Kyiai NU Bantah Klaim Keterlibatan NU

Sebarkan artikel ini
Polemik Oknum DPRD Banyuasin, Kyiai NU Bantah Klaim Keterlibatan NU
KH. Ali Mohsin atau yang akrab disapa Gus Ali. | Ist

Potensinews.id – Pernyataan seorang oknum anggota DPRD Banyuasin dari Fraksi PKB (FPKB) yang mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya menuai reaksi keras dari KH. Ali Mohsin atau yang akrab disapa Gus Ali, Minggu, 15 Februari 2026.

Gus Ali menegaskan bahwa klaim yang menyebut keterkaitan organisasi keagamaan dengan persoalan pribadi tersebut tidak benar. Ia menekankan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) memiliki garis organisasi yang jelas dan tidak terlibat dalam politik praktis.

“Gak benar itu, masak kalian awak media percaya dengan klaim seperti itu. NU itu mengedepankan kemaslahatan umat dan sudah jelas instruksi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bahwa NU tidak terlibat politik praktis. Jadi jangan bawa-bawa nama NU dan kyiai, apalagi untuk melindungi diri demi kepentingan pribadi,” tegas Gus Ali melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga:  Kombes Pol Sunarto Jadi Pembaca Berita di TVRI Sumsel, Bagikan Pengalaman Seru

Sebelumnya, Rudiyanto selaku Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuasin menyatakan tidak akan melindungi kadernya yang tersandung persoalan hukum. Ia menegaskan bahwa kasus yang menjerat AR merupakan persoalan pribadi dan tidak berkaitan dengan partai.

“Apalagi kasus AR adalah kasus pribadinya, tidak ada keterkaitan dengan partai,” ujar Rudiyanto.

Terkait isu pengunduran diri AR, ia menyebut hingga kini belum ada komunikasi resmi. Namun, ia membuka kemungkinan langkah tersebut jika dianggap sebagai solusi terbaik.

“Jika memang benar demi kebaikan semuanya, ya harus legowo kalau mengundurkan diri itu solusinya,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pengurus DPW PKB Sumatera Selatan yang baru dilantik dan enggan disebutkan namanya, mendesak DPC PKB Banyuasin segera memanggil AR dan menggelar rapat pleno.

Baca Juga:  Wakapolda Sumsel Pimpin Apel Pagi Perdana, Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Personel

“Segera DPC PKB memanggil AR dan dilaksanakan rapat pleno. Karena sudah merusak nama baik partai. Jika benar bersalah, berikan sanksi tegas, bila perlu pecat,” ujarnya singkat melalui sambungan telepon.

Pernyataan-pernyataan tersebut menegaskan bahwa polemik ini tidak hanya menjadi sorotan publik, tetapi juga memicu respons tegas dari tokoh agama dan internal partai demi menjaga marwah organisasi masing-masing.