Potensinews.id — Pemerintah Tiyuh Mekar Jaya melaksanakan pembangunan gorong-gorong di sejumlah wilayah RT sebagai upaya meningkatkan sistem drainase daerah. Proyek ini bertujuan mengurangi risiko genangan air saat musim hujan, sekaligus mendukung kenyamanan dan keamanan masyarakat.
Kepala Tiyuh Mekar Jaya, Candra Agus Defi Prianto, menyampaikan bahwa pembangunan tersebut menjadi prioritas dalam program infrastruktur dasar. Hal ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan genangan air yang kerap terjadi di beberapa titik wilayah.
“Gorong-gorong yang baru akan memperlancar aliran air permukaan, sehingga dapat mengurangi dampak buruk akibat hujan deras dan menjaga kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujarnya.
Adapun rincian titik dan anggaran pembangunan gorong-gorong sebagai berikut:
RW 02 RT 03: 2 titik dengan panjang masing-masing 5,5 meter, total anggaran Rp12.700.000.
RW 03 RT 01: 2 titik dengan panjang 5,5 meter dan 7 meter, anggaran masing-masing Rp12.700.000 dan Rp14.668.000.
RW 04 RT 01: 1 titik dengan panjang 6 meter, anggaran Rp13.127.000.
RW 05 RT 01: 1 titik dengan panjang 5,5 meter, anggaran Rp12.700.000.
RW 06 RT 05: 1 titik dengan panjang 6 meter, anggaran Rp13.127.000.
RW 07 RT 03: 1 titik dengan panjang 5,5 meter, anggaran Rp12.700.000.
RW 01 RT 01: 1 titik dengan panjang 5,5 meter, anggaran Rp12.700.000.
Total anggaran yang dialokasikan untuk seluruh proyek pembangunan gorong-gorong tersebut mencapai sekitar Rp106.422.000. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan, dengan pengawasan ketat dari pemerintah tiyuh guna memastikan kualitas konstruksi sesuai standar.
Selain pembangunan baru, pemerintah tiyuh juga akan melakukan pemeliharaan berkala terhadap gorong-gorong yang telah ada agar sistem drainase tetap berfungsi optimal.
“Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki infrastruktur daerah demi kesejahteraan masyarakat Tiyuh Mekar Jaya,” tambah Candra Agus Defi Prianto.
Masyarakat di lokasi proyek menyambut baik langkah tersebut. Mereka berharap genangan air yang selama ini mengganggu aktivitas sehari-hari dapat teratasi secara menyeluruh setelah pembangunan rampung.













