Potensinews.id – Keselamatan pengguna jalan yang melintasi jalur penghubung Desa Karangsari dan Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, kini di ujung tanduk.
Jembatan Pendem yang terletak di ruas jalan Ra Basyd dilaporkan mengalami kerusakan parah dengan kondisi amblas dan miring, Sabtu, 14 Maret 2026.
Pantauan di lokasi menunjukkan adanya retakan besar di tengah badan jembatan yang membuat konstruksi tidak lagi rata. Kondisi ini sangat berisiko, terutama bagi pengendara roda dua yang kerap terjebak atau tergelincir saat melintas, terlebih di malam hari atau saat cuaca hujan.
Warga setempat mengungkapkan bahwa kerusakan ini bukanlah hal baru. Infrastruktur vital tersebut diklaim telah mengalami penurunan kualitas lebih dari satu tahun tanpa adanya perbaikan permanen. Situasi dilaporkan mencapai titik paling kritis dalam tiga bulan terakhir.
“Jembatan ini sangat membahayakan. Kami setiap hari merasa was-was, apalagi bagi mereka yang membawa muatan atau anak sekolah. Kami berharap pemerintah daerah segera bertindak sebelum ada korban jiwa,” ujar salah seorang warga Desa Karangsari.
Buruknya kondisi jembatan ini tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga mulai menghambat aktivitas ekonomi warga yang bergantung pada jalur tersebut sebagai akses utama menuju pusat kecamatan dan kota.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan serta anggota DPRD setempat untuk segera meninjau lokasi dan mengalokasikan anggaran perbaikan darurat maupun permanen.
Hingga saat ini, belum terlihat adanya tanda-tanda perbaikan dari dinas terkait, sementara keretakan jembatan terus melebar seiring tingginya volume kendaraan yang melintas.
“Kami butuh aksi nyata, bukan sekadar tinjauan. Jangan tunggu jembatan ini benar-benar putus baru ada perbaikan,” tegas warga lainnya.













