Sumatera Selatan

Sinergi TNI-Polri Amankan Paskah 2026 di Sumsel, Ratusan Gereja Dijaga Ketat

×

Sinergi TNI-Polri Amankan Paskah 2026 di Sumsel, Ratusan Gereja Dijaga Ketat

Sebarkan artikel ini
Sinergi TNI-Polri Amankan Paskah 2026 di Sumsel, Ratusan Gereja Dijaga Ketat
Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya. | Ist

Potensinews.id — Polda Sumatera Selatan menyiagakan pengamanan penuh untuk menjamin kelancaran rangkaian ibadah Jumat Agung dan Paskah 2026 di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Selatan.

Operasi pengamanan dilaksanakan secara serentak mulai 2 hingga 5 April 2026 dengan melibatkan berbagai fungsi kepolisian, mulai dari intelijen, Samapta, Reskrim, Lalu Lintas hingga Satuan Brimob. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

Kapolda Sumatera Selatan, Sandi Nugroho, menegaskan bahwa kehadiran Polri di lapangan merupakan bentuk komitmen dalam memberikan rasa aman sekaligus menjaga stabilitas keamanan daerah.

“Kehadiran personel di lapangan adalah untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan kondusif. Kita ingin mempertahankan Sumatera Selatan sebagai wilayah dengan predikat zero conflict,” tegasnya.

Baca Juga:  Korpri Polda Sumsel Gelar Khitanan Massal, Tunjukkan Kepedulian terhadap Masyarakat

Berdasarkan data, terdapat 475 gereja di seluruh wilayah Sumatera Selatan yang menjadi fokus pengamanan. Konsentrasi jemaat terbesar berada di Palembang, termasuk di sejumlah gereja besar seperti Gereja Katolik Santo Yoseph Palembang dan Gereja HKBP Mayor Ruslan Palembang.

Strategi pengamanan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni pengamanan terbuka oleh personel berseragam serta pengamanan tertutup oleh fungsi intelijen. Selain itu, Satuan Brimob juga dikerahkan untuk melakukan sterilisasi di lokasi gereja sebelum ibadah dimulai guna mencegah potensi ancaman.

Direktur Intelkam Polda Sumsel, Tony Budhi Susetyo, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan situasi kamtibmas secara menyeluruh, termasuk deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

“Kami memperkuat deteksi dini dengan melakukan koordinasi bersama panitia gereja serta memantau dinamika di lapangan guna memastikan seluruh kegiatan ibadah berlangsung aman,” jelasnya.

Baca Juga:  Fajar Febriansyah Pimpin Pemuda Muhammadiyah Sumsel, Dukung Program Pemerintah

Pengamanan juga melibatkan sinergi lintas sektoral bersama TNI, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menciptakan situasi kondusif, terlebih perayaan Paskah tahun ini berlangsung beriringan dengan bulan suci Ramadan.

Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa seluruh personel telah diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis tanpa mengurangi kewaspadaan.

“Kami memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan maksimal tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah. Sinergi antara petugas dan masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi tetap aman,” ujarnya.

Polda Sumsel juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta mematuhi prosedur keamanan yang diterapkan di setiap gereja, termasuk tidak membawa barang berlebihan dan segera melaporkan apabila menemukan hal mencurigakan.

Baca Juga:  Mudik Aman Keluarga Bahagia: Kapolda Sumsel Kukuhkan Operasi Ketupat Musi 2026

Dengan kesiapan personel dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Polda Sumatera Selatan optimistis perayaan Jumat Agung dan Paskah 2026 akan berlangsung aman, damai, dan penuh toleransi di seluruh wilayah Sumatera Selatan.