Potensinews.id – Dinamika politik di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, mulai menunjukkan geliatnya seiring munculnya sejumlah figur yang membawa gagasan baru. Di tengah persaingan menuju kontestasi kepala daerah, nama Dr (c) Rety Septika, SH., M.Kn, mencuat sebagai sosok yang memadukan kapasitas akademik dengan kedekatan terhadap akar budaya lokal.
Rety dikenal sebagai putri daerah keturunan Muara Kati yang mengusung pendekatan kepemimpinan berbasis nilai. Ia menekankan bahwa kepemimpinan tidak semata-mata tentang kekuasaan, tetapi juga tentang menjaga marwah dan warisan leluhur. Sebagai keturunan dari garis Pangeran Lakim, ia dinilai memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan sejarah dan identitas Musi Rawas.
“Musi Rawas bagi saya bukan sekadar wilayah administratif, tetapi tanah bersejarah yang sarat nilai. Nilai-nilai itu harus dijaga dan dikolaborasikan dengan pembangunan modern yang inovatif,” ujar Rety dalam perbincangannya dengan media.
Dukungan dari berbagai lapisan masyarakat mulai mengalir, terutama dari mereka yang menginginkan kepemimpinan yang lebih humanis dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. Menanggapi hal tersebut, Rety menyatakan kesiapannya untuk maju jika mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan keluarga.
“Jika masyarakat mendukung dan keluarga merestui, saya siap. Ini bukan soal ambisi pribadi, melainkan panggilan untuk memajukan daerah,” tegasnya.
Restu keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam langkahnya. Ayahnya, H. Nazarudin Hasan, SH., MH, yang dikenal sebagai tokoh hukum, secara terbuka memberikan dukungan terhadap niat putrinya. Ia menilai bahwa integritas dan manfaat bagi masyarakat adalah landasan utama dalam menentukan arah pengabdian.
“Selama niatnya untuk kebaikan dan kepentingan masyarakat luas, kami akan mendukung penuh,” ungkap Nazarudin.
Kehadiran Rety Septika dinilai membawa warna baru dalam peta politik lokal Musi Rawas. Dengan latar belakang sebagai akademisi dan praktisi hukum, ia diharapkan mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan, berkeadilan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kini, masyarakat Musi Rawas menantikan bagaimana gagasan dan visi yang diusung Rety dapat diwujudkan secara konkret dalam kontestasi Pilkada mendatang. Sosoknya mulai dipandang bukan hanya sebagai kandidat, tetapi juga sebagai simbol harapan akan lahirnya pemimpin yang mampu memadukan nilai tradisi dengan logika pembangunan modern.













