Way Kanan

Inspirasi Persit Korem 043/Gatam, Bidan Asri Sukses Lestarikan Tapis Lampung Lewat Inovasi Batik

×

Inspirasi Persit Korem 043/Gatam, Bidan Asri Sukses Lestarikan Tapis Lampung Lewat Inovasi Batik

Sebarkan artikel ini
Inspirasi Persit Korem 043/Gatam, Bidan Asri Sukses Lestarikan Tapis Lampung Lewat Inovasi Batik
Kisah inspiratif Bidan Asri, istri prajurit Yonif 143/TWEJ yang sukses kembangkan UMKM Asri Tapis Lampung.

Potensinews.id – Di balik seragam putihnya sebagai bidan, Asri menyimpan ketekunan lain yang tak kalah mulia.

Di sela tugas melayani masyarakat di puskesmas, ia merajut mimpi melalui helai-helai benang emas yang menghiasi kain tradisional khas Lampung, Tapis.

Asri merupakan istri dari Kopda Angga Dwi Ferdian, prajurit yang berdinas di Yonif 143/TWEJ Kodam II/Sriwijaya (Korem 043/Gatam). Sebagai ibu dari dua anak sekaligus anggota Persit Kartika Chandra Kirana, Asri membuktikan bahwa peran domestik dan profesi kesehatan bukan penghalang untuk tetap produktif sebagai pelaku UMKM.

Titik balik perjalanan usahanya dimulai pada tahun 2023. Asri memutuskan meneruskan usaha sulam tapis milik orang tuanya yang telah dirintis sejak 1992.

Baca Juga:  Ayu Asalasiyah Dilantik sebagai Bupati Way Kanan Definitif Besok

Di tengah keinginan orang tuanya untuk beristirahat, Asri justru melihat peluang untuk menjaga estafet budaya sekaligus membantu ekonomi keluarga.

“Saya ingin tetap produktif dari rumah tanpa meninggalkan peran sebagai ibu dan istri. Nilai kemandirian yang diwariskan orang tua menjadi bekal kuat saya melanjutkan usaha ini,” ungkap Asri, Rabu, 8 April 2026.

Bagi masyarakat Lampung, Tapis bukan sekadar kain; ia adalah simbol kehormatan dan doa. Namun, Asri menyadari bahwa agar tetap lestari, Tapis harus adaptif terhadap zaman. Melalui brand Asri Tapis Lampung, ia menghadirkan inovasi berani: memadukan motif batik dengan sulaman benang emas khas Tapis.

Jika dulu Tapis identik hanya untuk upacara adat yang kaku, kini karya Asri dapat dikenakan dalam suasana semi-formal hingga non-formal, tanpa kehilangan identitas filosofis Lampung.

Baca Juga:  Lapas Kelas IIB Way Kanan Bersinergi dengan Polres Gelar Pembinaan Kebangsaan Melalui Pramuka

Langkah Asri mendapat apresiasi tinggi dari lingkungan organisasi Persit. Ketua Persit KCK Daerah II/Sriwijaya melalui Ketua Koorcab Rem 043 mengapresiasi ketekunan Asri yang kini tergabung dalam ajang Persit Bisa.

“Upaya Ibu Asri tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ini contoh nyata perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan,” ujarnya.

Dengan modal awal sekitar Rp20 juta, Asri kini telah mempekerjakan tujuh orang karyawan. Usaha ini bukan lagi sekadar hobi, melainkan lapangan kerja yang menghidupi masyarakat sekitar di tengah arus modernisasi.

Bagi Asri, keberhasilan sesungguhnya adalah saat generasi muda kembali mencintai Tapis. Ia ingin membuktikan bahwa kain tradisional Lampung memiliki sisi elegan yang mampu bersaing dengan produk modern.

Baca Juga:  Genzi Lampung Dian Ambarini: Bangkit untuk Indonesia Emas

Dari ruang Puskesmas hingga ruang produksi, dari mendampingi suami bertugas hingga mengelola UMKM, Asri menunjukkan bahwa perempuan bisa berdiri tegak di banyak peran sekaligus. Di tangannya, sehelai Tapis bukan hanya kain, melainkan cerita tentang ketekunan, keberanian, dan jati diri Lampung yang tak lekang oleh waktu.