UIN RIL

Cegah DBD dan Penyakit Kulit, Klinik Pratama UIN RIL Beri Penyuluhan Kesehatan bagi Mahasantri

×

Cegah DBD dan Penyakit Kulit, Klinik Pratama UIN RIL Beri Penyuluhan Kesehatan bagi Mahasantri

Sebarkan artikel ini
Cegah DBD dan Penyakit Kulit, Klinik Pratama UIN RIL Beri Penyuluhan Kesehatan bagi Mahasantri
Klinik Pratama UIN RIL gelar Bimtek pencegahan penyakit kulit, DBD, dan diare bagi mahasantri Ma’had Al-Jami’ah.

Potensinews.id – Klinik Pratama Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pencegahan penyakit menular bagi ratusan mahasantri Ma’had Al-Jami’ah, Rabu, 8 April 2026.

Kegiatan ini difokuskan pada upaya preventif terhadap penyakit kulit, Demam Berdarah Dengue (DBD), dan diare.

Acara yang berlangsung di Gedung C Ma’had Al-Jami’ah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasantri dalam menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan asrama.

Kepala UPT Ma’had Al-Jami’ah, Dr. H. Amiruddin, M.Pd.I, mengapresiasi langkah sigap tenaga kesehatan Klinik Pratama UIN RIL. Menurutnya, kesehatan fisik merupakan fondasi penting dalam menunjang proses pendidikan santri di kampus hijau tersebut.

“Ma’had UIN RIL memperhatikan segala aspek, mulai dari pendidikan, fasilitas, hingga kesehatan. Kami berharap mahasantri dapat tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh secara fisik,” ujar Dr. Amiruddin.

Baca Juga:  UIN Raden Intan Lampung Resmikan Posko Masjid Ramah Pemudik di Masjid Raya Airan

Bimtek kesehatan ini menghadirkan dua narasumber ahli dari Klinik Pratama UIN RIL, yakni dr. Nur Fitri Hayati dan dr. Yoki Robiyanto.

Dalam paparannya, kedua dokter tersebut menekankan pentingnya kebersihan diri (personal hygiene) serta sanitasi lingkungan untuk memutus rantai penularan penyakit.

Mahasantri diberikan pemahaman teknis mengenai cara mengenali gejala dini penyakit kulit dan diare, serta langkah-langkah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mengantisipasi lonjakan kasus DBD di area kampus.

Kegiatan berlangsung interaktif, di mana para mahasantri tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait tips menjaga daya tahan tubuh dan penanganan pertama saat mengalami gejala penyakit di lingkungan asrama.