Tulang Bawang Barat

Dapur MBG Tubaba Terancam Ditutup, BGN Beri Ultimatum 7 Hari Benahi Limbah

×

Dapur MBG Tubaba Terancam Ditutup, BGN Beri Ultimatum 7 Hari Benahi Limbah

Sebarkan artikel ini
Dapur MBG Tubaba Terancam Ditutup, BGN Beri Ultimatum 7 Hari Benahi Limbah
Tim Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat, 10 April 2026. | Ist

Potensinews.id — Nasib Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Yayasan Bina Bangsa Bitung di Tiyuh Lesung Bhakti Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, berada di ujung tanduk. Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan ultimatum keras berupa tenggat waktu tujuh hari untuk membenahi persoalan limbah dan kebersihan, atau operasional dapur akan dihentikan.

Ultimatum tersebut disampaikan setelah tim melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat, 10 April 2026. Hasilnya, berbagai persoalan mendasar masih ditemukan, meskipun sebelumnya telah diberikan peringatan.

Ketua Satgas MBG Tubaba, Sofiyan Nur, mengungkapkan bahwa komitmen perbaikan sebenarnya telah dituangkan dalam surat perjanjian sejak Februari lalu. Namun, realisasi di lapangan dinilai jauh dari harapan.

Baca Juga:  KPU Tubaba Tetapkan Novriwan Jaya-Nadirsyah Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

“Kami temukan pemasangan IPAL baru dilakukan saat kami mau turun. Ini menunjukkan bahwa teguran yang diberikan sejak Februari lalu tidak ditindaklanjuti secara serius,” ujarnya.

Sofiyan juga menepis alasan keterlambatan dari pihak pengelola terkait pengadaan alat yang disebut masih dalam proses inden. Ia menilai alasan tersebut tidak berdasar, mengingat alat justru tersedia segera setelah adanya peneguran.

Dari sisi lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyoroti kondisi tumpukan sampah yang mencemari area sekitar. Meski pihak pengelola berdalih bahwa sampah berasal dari lingkungan pondok pesantren, tanggung jawab tetap berada pada pengelola dapur.

“Harus ada tempat penampungan sampah yang baik. Jika menyebabkan pencemaran, ini bisa diproses secara pidana,” tegas perwakilan DLH, Gusron.

Baca Juga:  Indikasi Korupsi Ketahanan Pangan Pagar Jaya: Inspektorat Siaga

Selain persoalan limbah dan sampah, tim juga menemukan kekurangan fasilitas penunjang operasional. Salah satunya adalah belum tersedianya secara lengkap oven pembersih wadah makanan (ompreng), yang menjadi bagian penting dalam menjaga standar higienitas.

Pemerintah kecamatan setempat pun tidak tinggal diam. Camat Lambu Kibang memastikan akan melakukan pengawasan ketat setiap hari selama masa tenggang berlangsung. Ia menegaskan seluruh temuan harus segera diperbaiki tanpa pengecualian.

Jika hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada perubahan signifikan, maka penutupan dapur menjadi langkah yang tidak dapat dihindari.