Lampung

Gubernur Lampung Dorong Kesiapsiagaan Hadapi El Nino 2026, Waspadai Dampak pada Pangan dan Ekonomi

×

Gubernur Lampung Dorong Kesiapsiagaan Hadapi El Nino 2026, Waspadai Dampak pada Pangan dan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Lampung Dorong Kesiapsiagaan Hadapi El Nino 2026, Waspadai Dampak pada Pangan dan Ekonomi
Rapat Koordinasi Mitigasi El Nino di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Jumat, 10 April 2026. | Pemprov Lampung

Potensinews.id — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong seluruh kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi fenomena El Nino yang diprediksi berdampak besar terhadap produksi pangan dan perekonomian daerah.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Mitigasi El Nino di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Jumat, 10 April 2026. Ia menegaskan bahwa Provinsi Lampung harus bersiap menghadapi fenomena yang diperkirakan terjadi mulai Mei hingga September 2026.

Menurut Gubernur Mirza, dampak El Nino akan sangat luas, terutama pada sektor pertanian, perkebunan, dan hortikultura yang berpotensi mengalami gagal panen serta gangguan produksi.

“Fenomena El Nino ini akan sangat mempengaruhi produksi pangan kita. Karena itu, kita harus kompak, bersinergi, dan berkolaborasi dalam melakukan langkah mitigasi sejak dini,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Lampung saat ini terus berkoordinasi dengan BMKG dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna memperkuat langkah antisipasi bersama pemerintah kabupaten/kota. Berdasarkan data BMKG, sebagian besar wilayah Lampung akan memasuki musim kemarau sejak Mei, dengan puncak pada Juli hingga September, serta curah hujan yang relatif rendah.

Baca Juga:  Hadiri Pengajian Akbar Di Kabupaten Lampung Barat, Gubernur Arinal Djunaidi Harapkan Partisipasi Aktif Masyarakat Dukung Pembangunan Di Provinsi Lampung

Gubernur juga menekankan bahwa Lampung merupakan salah satu sentra produksi pangan nasional, khususnya komoditas padi, jagung, dan singkong. Produksi tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga menyuplai wilayah lain di Indonesia.

“Bukan hanya kepada masyarakat Lampung, ini juga menjadi tanggung jawab kita terhadap masyarakat luar yang selama ini bergantung pada hasil panen Lampung,” katanya.

Ia mencontohkan, jika produksi jagung menurun, maka akan berdampak pada kenaikan harga pakan ternak yang berujung pada naiknya harga ayam dan telur. Kondisi ini akan mempengaruhi petani, stabilitas ekonomi, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pertumbuhan ekonomi Lampung sangat ditopang oleh tiga komoditas utama. Jika produksi dan harga terganggu, maka pertumbuhan ekonomi juga akan ikut menurun,” tegasnya.

Baca Juga:  Gubernur Mirza Harap Etos Kerja ASN Lampung Meningkat Pasca Lebaran

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan bahwa fenomena El Nino juga berdampak langsung terhadap ketahanan pangan nasional. Ia mengungkapkan bahwa Lampung berhasil meningkatkan produksi padi dari 2,73 juta ton GKG pada 2024 menjadi 3,25 juta ton GKG pada 2025, capaian yang harus dijaga.

“Ini capaian yang harus kita pertahankan, apalagi Lampung merupakan salah satu lumbung pangan nasional,” ujarnya.

Selain sektor pangan, Jihan juga mengingatkan potensi dampak lain seperti gangguan kesehatan, krisis air bersih, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia menekankan pentingnya kesiapan terpadu melalui penguatan sumber daya air, seperti optimalisasi pompa, sumur bor, embung, serta perbaikan jaringan irigasi. Sektor pertanian juga didorong untuk menerapkan pola tanam adaptif dan penggunaan benih tahan kekeringan.

Baca Juga:  Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat MCSP, Tegaskan Komitmen Pemerintahan Bersih

“Kesiapsiagaan karhutla harus ditingkatkan melalui pemantauan hotspot, patroli rutin, serta respons cepat di wilayah rawan. Dalam kondisi tertentu, rekayasa cuaca juga perlu dipertimbangkan untuk menekan dampak kekeringan ekstrem,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong percepatan masa tanam sebelum musim kemarau serta penguatan cadangan pangan. Langkah lanjutan akan mencakup penetapan status siaga di daerah rawan, koordinasi rutin antar perangkat daerah, hingga integrasi sistem peringatan dini berbasis data.

“Langkah tindak lanjut harus segera dilakukan secara jelas dan terukur agar dampak El Nino dapat diminimalisir,” pungkasnya.