Potensinews.id — Kejuaraan Pencak Silat Gubernur Cup I Tahun 2026 yang digelar oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Lampung berlangsung meriah di Gedung Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Jumat (17/4/2026).
Sebanyak 1.491 atlet dari berbagai kategori usia ambil bagian dalam ajang bergengsi tersebut. Rinciannya terdiri dari 318 atlet usia dini, 612 atlet pra-remaja, 360 atlet remaja, dan 201 atlet dewasa.
Tingginya jumlah peserta menjadi indikator kuat besarnya antusiasme sekaligus potensi pembinaan olahraga pencak silat di Provinsi Lampung.
Salah satu kontingen yang mencuri perhatian datang dari Satria Muda Indonesia dengan aliran Seni Golok Indonesia (SMI SGI) Waygalih. Tim ini mengirimkan lima atlet terbaiknya dan berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan raihan 3 medali emas dan 2 medali perak dari kategori tanding (laga) dan seni tunggal.
Adapun lima atlet SMI SGI Waygalih yang mengikuti kejuaraan tersebut yakni Aqilla Scatchy S.J, RR. Sde. Suryani Eka, Nhasya Kirana R, Kania Adiva Aulia, dan M. Iqbal Rahmat P.
Salah satu atlet muda, Aqilla Scatchy S.J, yang berhasil meraih medali emas, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih medali emas. Ini hasil dari latihan keras serta dukungan pelatih dan orang tua,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih SMI SGI Waygalih, Anton, menyampaikan apresiasi atas kerja keras para atletnya yang mampu tampil maksimal di tengah ketatnya persaingan.
“Alhamdulillah, hasil ini sesuai dengan target yang kami harapkan. Anak-anak tampil disiplin dan menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas latihan agar mereka bisa bersaing di level yang lebih tinggi,” kata Anton saat dihubungi, Sabtu (18/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk orang tua serta lingkungan latihan yang konsisten dalam membina para atlet muda.
“Prestasi ini bukan hanya milik atlet, tetapi hasil kerja sama tim, dukungan orang tua, serta pembinaan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Kejuaraan ini dinilai menjadi momentum penting dalam menjaring bibit-bibit atlet potensial yang diharapkan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.












