Potensinews.id – Universitas Lampung (Unila) kembali melepas lulusan terbaiknya ke dunia profesional melalui gelaran wisuda periode V tahun akademik 2025/2026.
Sebanyak 674 wisudawan dari berbagai jenjang, mulai dari doktor hingga diploma, mengikuti prosesi khidmat yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Sabtu, 25 April 2026.
Berdasarkan laporan Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, jumlah lulusan kali ini terdiri dari 4 doktor, 47 magister, 34 lulusan program profesi, 585 sarjana, dan 4 lulusan diploma.
Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., dalam sambutannya menekankan bahwa wisuda merupakan titik balik tanggung jawab sosial yang lebih besar. Menurutnya, status sebagai insan akademik menuntut para alumni untuk mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.
“Ilmu pengetahuan yang diperoleh selama masa studi tidak boleh berhenti di ranah akademik saja, melainkan harus diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegas Prof. Lusmeilia.
Wisuda periode ini mencerminkan keberagaman dan jangkauan pendidikan Unila yang semakin luas. Di antara para lulusan, terdapat mahasiswa internasional yang berasal dari Thailand, Mesir, dan Palestina. Kehadiran mereka menunjukkan daya tarik Unila di mata dunia. Selain itu, lulusan dari program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Papua juga turut memperkuat aspek inklusivitas di lingkungan kampus.
Terkait kesejahteraan mahasiswa, hingga April 2026, tercatat sebanyak 6.018 mahasiswa Unila merupakan penerima beasiswa. Mayoritas merupakan penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), disusul penerima beasiswa ADik Papua, serta beasiswa dari pihak swasta.
Guna menjawab tantangan pasar kerja, Unila terus melakukan pembenahan melalui program unggulan “Unila Be Strong”. Inisiatif strategis ini mencakup delapan aspek fundamental, mulai dari pemberdayaan sumber daya manusia, riset, kemitraan organisasi, hingga tata kelola universitas yang baik (Good University Governance).
Upaya ini sejalan dengan ambisi Unila menuju World Class University (WCU) dan persiapan akreditasi internasional bagi sejumlah program studi. Rektor berharap, dengan kurikulum yang semakin relevan dan penguatan karakter, lulusan Unila tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru.
“Kami berharap para wisudawan tetap menjaga nama baik almamater, terus mengembangkan diri, dan aktif berkontribusi dalam pembangunan bangsa,” pungkasnya.
Tren positif kepercayaan masyarakat terhadap Unila juga terlihat dari daya tampung mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 yang kini mencapai 11.329 kursi untuk berbagai jenjang pendidikan.












