Potensinews.id – Tim Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang menyelenggarakan program pendampingan intensif untuk mencetak wirausahawan kesehatan (nursepreneur) di Klinik Lampung Wound Care Center, Bandar Lampung.
Program bertajuk “Home Care Pasca-Operasi Seksio Caesarea di Praktik Mandiri Perawat” diselenggarakan melalui skema Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) dengan melatih 10 alumni terpilih dari Program Studi Profesi Ners.
Langkah pendampingan digulirkan guna merespons tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan rawat jalan di rumah, sekaligus menyiasati keterbatasan daya serap fasilitas kesehatan formal seperti rumah sakit dan puskesmas.
Tim Pengabdi diketuai oleh Purwati, S.Pd., MAP., bersama jajaran dosen pakar Dr. Aprina, S.Kp., M.Kes., Ns. Titi Astuti, S.Kep., M.Kep., Sp.Mat., serta Dr. Anita, S.Kep., M.Kep., Sp.Mat.
Purwati menegaskan, lulusan profesi keperawatan masa kini perlu jeli melihat celah usaha mandiri berbekal kemahiran ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Para alumni didorong agar tidak sekadar mengandalkan lowongan kerja instansional, melainkan mampu merintis unit layanan home care yang profesional, beretika, dan berkelanjutan,” ujar Purwati, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Dalam sesi pembekalan, peserta menerima pelatihan tata laksana perawatan luka modern (modern wound care) pada pasien operasi seksio caesarea (SC), pencegahan infeksi, keselamatan pasien, serta teknik komunikasi terapeutik bersama pemateri dari RSUD Dr. H. Abdul Moeloek.
Pemilik Klinik Lampung Wound Care Center, Ns. Oktaria, S.Kep., turut membagikan panduan merintis klinik mandiri dari awal, termasuk peluang memadukan rawat luka dengan layanan tambahan seperti baby spa dan pijat laktasi.
Selain teori di kelas, para alumni diterjunkan langsung melakukan kunjungan rumah (home visit) guna memeriksa luka bekas operasi, mengganti balutan sesuai standar medis, serta memberi edukasi gizi kepada keluarga pasien.
Salah seorang peserta, Tarina Regina, mengaku memperoleh banyak wawasan berharga seputar tata kelola operasional jasa perawatan mandiri saat berhadapan langsung dengan pasien.
Semangat senada diutarakan peserta lain, Inayah Maula, yang kini semakin termotivasi membangun klinik pelayanan mandiri.
“Pendampingan dari para dosen dan narasumber membuka sudut pandang baru bahwa lulusan keperawatan berpeluang besar menjadi pemilik usaha sendiri sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi rekan sejawat,” kata Inayah.
Sinergi antara akademisi Poltekkes Tanjungkarang, rumah sakit rujukan daerah, dan praktisi klinik mandiri diharapkan menjadi proyek percontohan dalam mencetak tenaga kesehatan yang mandiri secara ekonomi di Provinsi Lampung.












