Potensinews.id — Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Lampung menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) pada Jumat–Sabtu, 6–7 Februari 2026, bertempat di Swissbel Hotel Lampung. Kegiatan ini mengusung tema Meneguhkan Profesionalisme Arsitek Melalui Arsitektur Regeneratif Untuk Pembangunan Berkelanjutan di Era Digital.
Musprov menjadi forum strategis bagi IAI Lampung untuk melakukan evaluasi program kerja, merumuskan arah kebijakan organisasi, sekaligus memilih kepengurusan baru untuk periode mendatang.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para arsitek dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung. Selain agenda organisasi, Musprov juga menjadi ruang diskusi profesional guna memperkuat peran arsitek dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan, berkarakter, serta berpihak pada kelestarian lingkungan.
Ketua IAI Provinsi Lampung, Ar. Dadang Setyawan, menyampaikan bahwa Musprov memiliki makna penting dalam menyatukan visi serta memperkuat kontribusi arsitek dalam pembangunan Lampung.
“Musprov ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk merumuskan arah IAI Lampung ke depan. Kami mendorong arsitek agar tidak hanya berperan sebagai perencana bangunan, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan beridentitas lokal,” ujar Ar. Dadang Setyawan.
Ia menambahkan, tantangan pembangunan di era saat ini menuntut arsitek untuk semakin adaptif terhadap isu lingkungan, tata kota, serta kebutuhan sosial masyarakat yang terus berkembang.
“IAI Lampung berkomitmen meningkatkan kualitas dan profesionalisme arsitek, sekaligus mendorong lahirnya karya-karya arsitektur yang ramah lingkungan, kontekstual, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui Musprov ini, IAI Lampung diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi program kerja yang relevan dengan kebutuhan daerah, sekaligus melahirkan kepemimpinan organisasi yang solid dan visioner.
Musprov IAI Lampung dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan rangkaian agenda sidang pleno, penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus, pemilihan ketua, serta diskusi strategis terkait penguatan peran arsitek dalam pembangunan Provinsi Lampung.












