Berita

Ketua Umum Komite OSIS Nasional Ikuti Pendidikan Bela Negara di Brigif 13 Galuh

×

Ketua Umum Komite OSIS Nasional Ikuti Pendidikan Bela Negara di Brigif 13 Galuh

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Komite OSIS Nasional Ikuti Pendidikan Bela Negara di Brigif 13 Galuh
Ahmad Wahyu Saputra, Ketua Umum Komite OSIS Nasional, ikuti Pendidikan Bela Negara (PBN) FKIP Unigal Ciamis. Foto: Ist

Potensinews.id – Ahmad Wahyu Saputra, Ketua Umum DPP Komite OSIS Nasional yang juga mahasiswa Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, mengikuti kegiatan Pendidikan Bela Negara (PBN) di Markas BRIGIF 13/Galuh Kostrad, Tasikmalaya.

Kegiatan yang berlangsung pada 26–27 Januari 2026 ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unigal Ciamis.

Program PBN ini dirancang sebagai wadah aktualisasi bagi mahasiswa dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandaskan rasa cinta tanah air.

Selain penguatan fisik dan mental, kegiatan ini bertujuan membentuk karakter mahasiswa agar memiliki integritas tinggi, baik di lingkungan kampus maupun saat terjun ke masyarakat.

Ahmad Wahyu Saputra, yang tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, menyatakan bahwa keikutsertaannya dalam PBN kali ini merupakan pengalaman keduanya setelah sebelumnya mengikuti Program Pendidikan Kader Pemuda Bela Negara (PKPBN) dari Kemenpora RI di Pusdiklat Kementerian Pertahanan.

Baca Juga:  Mafia BBM Marak, KAMPUD Lamtim Tuntut Polisi Usut Tuntas SPBU Curang di Srimenanti

“Suatu kebanggaan tersendiri bagi saya dapat kembali mengikuti pendidikan bela negara untuk kedua kalinya. Sebelumnya saya mengikuti PKPBN Kemenpora di Pusdiklat Kemenhan, dan kali ini di Brigif Galuh bersama Universitas Galuh Ciamis,” ujar Ahmad Wahyu, Rabu, 28 Januari 2026.

Ahmad Wahyu menyampaikan apresiasinya kepada pihak FKIP Universitas Galuh Ciamis yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut dengan baik.

Menurutnya, pendidikan bela negara sangat krusial bagi calon tenaga pendidik agar mampu menanamkan nilai-nilai patriotisme kepada generasi mendatang.

“Semoga lima hingga sepuluh tahun mendatang, banyak muncul guru-guru yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu membawa perubahan positif dan menjaga keutuhan NKRI melalui bidang pendidikan,” tambahnya.

Baca Juga:  HMI: Wadah Pembentukan Karakter Pemimpin Muda di Era Globalisasi

Selama dua hari, para peserta mendapatkan pembekalan intensif mengenai wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta ketangkasan dasar di bawah bimbingan instruktur profesional dari jajaran Kostrad.