Potensinews.id — Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Assahil memasuki hari keempat, Senin (17/8/2026). Dari total 12 hari pelaksanaan, kegiatan terus berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme para santri, guru, serta keluarga ndalem.
Berbeda dari hari-hari sebelumnya, rangkaian kegiatan hari keempat dipusatkan di Assahil Sport Center. Lapangan yang biasanya digunakan untuk berbagai aktivitas olahraga santri, kali ini berubah menjadi ruang kebersamaan untuk bershalawat dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.
Lantunan shalawat dan pembacaan Maulid Diba’i menggema di tengah lapangan. Suasana semakin semarak ketika seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat dan antusias.
Direktur Litbang PPTQ Assahil, Ust. Dr. H. Abdurochman, M.Ed., mengatakan antusiasme para santri dalam mengikuti rangkaian Maulid Nabi sangat tinggi.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan di Assahil Sport Center memberikan nuansa tersendiri. Tempat yang sehari-hari menjadi pusat aktivitas olahraga santri kini dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperbanyak shalawat sekaligus menumbuhkan mahabbah kepada Rasulullah ﷺ.
Kekhusyukan semakin terasa saat kegiatan memasuki Mahallul Qiyam. Para santri, guru, dan keluarga ndalem berdiri bersama sembari melantunkan shalawat sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan cinta kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ.
Semarak kegiatan turut diperkuat penampilan tim hadroh PPTQ Assahil. Iringan hadroh dalam pembacaan Maulid Diba’i membuat suasana semakin hidup, namun tetap berlangsung dalam bingkai kekhusyukan dan adab pesantren.
Rangkaian Maulid Nabi di PPTQ Assahil juga tidak sekadar diisi dengan pembacaan maulid dan lantunan shalawat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi para santri dan guru untuk memahami kandungan serta pesan yang terdapat dalam Kitab Maulid Diba’i.
Pimpinan Yayasan PPTQ Assahil, Mami Zulfa, M.Ag., menyampaikan pentingnya majelis ilmu sebagai salah satu sarana untuk menjaga diri dari perbuatan dosa dan aktivitas yang tidak bermanfaat.
Menurutnya, kehadiran di majelis ilmu dapat menjadi ruang untuk menjauhkan diri dari ghibah maupun perbuatan yang bertentangan dengan syariat, sekaligus memperbanyak doa dan pengharapan kepada Allah SWT.
Sementara itu, di penghujung kegiatan, Pimpinan PPTQ Assahil, Gus Muhammad Latif Mukti, Lc., M.A., memberikan pembelajaran mengenai isi dan pesan yang terkandung dalam Maulid Diba’i.
Melalui pembelajaran tersebut, pembacaan Maulid Diba’i diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah tradisi, tetapi juga menjadi sarana bagi para santri untuk mengenal perjalanan hidup, keteladanan, serta akhlak Rasulullah ﷺ.
Hari keempat rangkaian Maulid Nabi di PPTQ Assahil pun menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan mahabbah kepada Rasulullah ﷺ. Shalawat yang menggema, Mahallul Qiyam yang berlangsung khidmat, serta pembelajaran keagamaan berpadu menjadi satu rangkaian yang memberikan warna tersendiri dalam kehidupan pesantren.












