Berita

RAKERNAS APDESI Merah Putih Tekankan Peran Desa dalam Membangun Generasi Emas 2045

×

RAKERNAS APDESI Merah Putih Tekankan Peran Desa dalam Membangun Generasi Emas 2045

Sebarkan artikel ini
RAKERNAS APDESI Merah Putih Tekankan Peran Desa dalam Membangun Generasi Emas 2045
RAKERNAS APDESI Merah Putih. | Ist

Potensinews.id – Indonesia tengah melangkah menuju tahun 2045, satu abad kemerdekaan yang kerap disebut sebagai momentum Indonesia Emas. Namun, masa depan gemilang tersebut tidak akan lahir semata dari kota-kota besar. Indonesia Emas justru akan tumbuh dan menguat dari desa-desa di seluruh penjuru negeri.

Saat ini, lebih dari 70 ribu desa menjadi ruang tumbuh generasi muda Indonesia. Anak-anak desa bukan sekadar angka statistik kependudukan, melainkan calon pemimpin masa depan bangsa. Oleh karena itu, pembangunan desa tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata seperti jalan, talud, atau gedung pemerintahan. Infrastruktur memang penting, tetapi pembangunan karakter manusia jauh lebih menentukan arah masa depan bangsa.

Pemerintah desa memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Kepala desa mengenal warganya secara langsung, memahami kondisi keluarga, pendidikan anak-anak, hingga cita-cita generasi mudanya. Kedekatan inilah yang tidak dimiliki oleh pemerintah di level yang lebih tinggi.

Baca Juga:  Muhammadiyah Pertanyakan Langkah KUA Jadi Pusat Nikah Semua Agama

Tantangan desa saat ini juga semakin kompleks. Permasalahan tidak lagi sebatas kemiskinan, tetapi mencakup rendahnya literasi, pernikahan usia dini, anak putus sekolah, kecanduan gawai, hingga krisis arah dan harapan hidup pada sebagian generasi muda. Jika persoalan ini tidak ditangani dengan serius, bonus demografi yang dibanggakan justru berpotensi berubah menjadi beban demografi.

Dalam konteks ini, pemerintah desa dituntut mengambil peran baru. Tidak hanya sebagai administrator pemerintahan, tetapi sebagai pembina peradaban masyarakat. Desa harus menjadi ruang tumbuh pendidikan karakter yang kuat dan berkelanjutan.

Dana Desa perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Penggunaannya harus diarahkan tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pendidikan nonformal, pengembangan rumah baca, pelatihan keterampilan pemuda, penguatan ketahanan keluarga, pencegahan stunting, serta pengembangan ekonomi produktif generasi muda melalui KOPDES Merah Putih dan BUMDes. Desa tidak cukup hanya membangun wilayah, desa harus membangun manusia.

Baca Juga:  Kasus Adu Mulut Mahasiswa vs Diduga Oknum DPRD Lampung Tengah Berlanjut ke Polisi

Tujuan besarnya adalah melahirkan generasi desa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat. Generasi yang berakhlak, mandiri, kreatif, mencintai budaya, serta mampu bersaing di era digital tanpa kehilangan jati diri.

RAKERNAS APDESI Merah Putih menjadi momentum penting untuk menguatkan gerakan bersama menuju Desa Mendidik. Desa yang melindungi anak, menguatkan peran keluarga, menggerakkan literasi, dan membuka ruang kreativitas bagi pemuda.

Jika desa berhasil menyiapkan generasi unggul, maka Indonesia tidak perlu takut menghadapi masa depan. Sebab masa depan bangsa sesungguhnya sedang tumbuh dan ditempa di desa-desa.

Membangun desa bukan hanya membangun wilayah.
Membangun desa berarti membangun manusia.
Dan ketika manusia desa kuat, Indonesia akan benar-benar menjadi bangsa yang besar.