Potensinews.id – Komunitas pengembangan diri Distrik Muda menggelar sosialisasi dan workshop lingkungan bertajuk “Let’s Make The Environment Clean” di Aula Disporapar Provinsi Kalimantan Barat, Jumat, 30 Januari 2026.
Kegiatan ini fokus pada peran aktif generasi muda dalam mencegah banjir perkotaan melalui pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga.
Program ini merupakan bentuk Post Program Activity (PPA) yang diinisiasi oleh Founder Distrik Muda, Alima Diennur Yahya, S.H., pasca mengikuti Australia–Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2024.
Melalui gerakan ini, pemuda Pontianak didorong untuk melakukan langkah preventif guna mengatasi saluran drainase yang tersumbat sampah.
Sejumlah komunitas lintas bidang turut berpartisipasi, mulai dari Duta Pelajar Remaja, Novo Club, Pelajar Islam Indonesia (PII), hingga komunitas Napas Khatulistiwa. Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan bahwa isu lingkungan kini menjadi perhatian kolektif generasi Z dan milenial di Pontianak.
Workshop ini menghadirkan Yuyun Nisaul Khairillah, S.Si., M.Si., sebagai pemateri praktik pembuatan eco-enzyme. Cairan serbaguna ini dihasilkan dari fermentasi limbah kulit buah dan sayuran yang dicampur dengan gula merah serta air.
“Pengelolaan sampah organik tidak harus rumit. Eco-enzyme bisa dimanfaatkan sebagai disinfektan alami hingga pupuk, sekaligus secara signifikan mengurangi volume limbah yang berakhir di saluran air,” jelas Yuyun.
Selain teori, para peserta juga mempraktikkan langsung pembuatan produk turunan berupa sabun cuci tangan (eco-hand wash).
Pendekatan aplikatif ini bertujuan agar peserta dapat langsung mengimplementasikan ilmu tersebut di lingkungan keluarga masing-masing.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalimantan Barat turut mengapresiasi inisiatif ini.
Perwakilan DLHK, Asnan Fauzi Irvanto, S.T., menegaskan bahwa kolaborasi antara kebijakan pemerintah dan aksi nyata komunitas pemuda adalah fondasi penting bagi keberlanjutan lingkungan.
“Kolaborasi ini sangat krusial. Inisiatif pemuda seperti ini membantu pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat akan lingkungan yang lebih tangguh terhadap risiko bencana seperti banjir,” ujar Asnan.












