Potensinews.id – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana bergerak cepat merespons laporan genangan air yang menghambat aktivitas warga di ruas Jalan By Pass Soekarno-Hatta, Sabtu, 28 Maret 2026 pagi.
Genangan terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, tepatnya di perbatasan Kelurahan Way Gubak, Kecamatan Sukabumi, dan Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang. Menindaklanjuti laporan itu, Eva Dwiana langsung menginstruksikan tim gabungan lintas instansi untuk segera turun ke lokasi.
Satgas Kota Bandar Lampung yang terdiri dari BPBD, Damkarmat, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung melakukan penyedotan air serta pengerukan di ujung gorong-gorong yang tersumbat.
Tak hanya mengandalkan personel internal, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) sebagai pihak pengelola jalan nasional.
“Bunda sudah instruksikan tim untuk standby dan berkolaborasi. Normalisasi harus dilakukan hari ini juga agar mobilitas warga tidak terganggu,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Public Officer (PO) Wilayah 1.4 BPJN, Ariyanto, turun langsung ke lapangan sejak pukul 12.00 WIB. Upaya yang dilakukan meliputi normalisasi saluran sodetan yang membelah jalan by pass dengan mengerahkan alat berat serta tenaga manual.
Pengerjaan dilakukan secara intensif dan dijadwalkan berlangsung hingga keesokan hari guna memastikan aliran air dari arah Sukabumi menuju laut Ketapang kembali lancar tanpa hambatan.
Meski proses normalisasi berlangsung, arus lalu lintas di jalur tersebut tetap terkendali. Hingga pukul 11.30 WIB, kendaraan masih dapat melintas dengan lancar berkat pengamanan dari personel Polsek Sukarame dan Panjang, serta dukungan TNI melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
Sejumlah pejabat turut hadir di lokasi, di antaranya Camat Panjang dan Camat Sukabumi beserta jajaran lurah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta pimpinan BPBD dan Damkarmat.
Melalui jajarannya, Eva Dwiana mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk tetap waspada saat melintasi area pengerjaan. Pemantauan akan terus dilakukan hingga sistem drainase kembali berfungsi optimal.
Langkah cepat ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menjaga kelancaran jalur logistik dan mobilitas warga, terutama menghadapi potensi hujan susulan yang dapat memicu genangan serupa.













