Potensinews.id – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bergerak cepat merespons potensi bencana longsor dengan meninjau langsung lokasi terdampak di kawasan Hutan Lindung Gunung Rajabasa, Sabtu (4/4/2026). Kunjungan tersebut sekaligus diisi dengan aksi penanaman pohon sebagai langkah mitigasi awal untuk mengurangi risiko longsor susulan.
Dalam kegiatan itu, Bupati Egi didampingi Sekretaris Daerah Supriyanto serta jajaran pejabat terkait. Rombongan memulai perjalanan dari Desa Sumur Kumbang dengan menempuh jalur pendakian sejauh kurang lebih tiga kilometer menuju titik longsor yang berada di zona inti hutan lindung.
Setibanya di lokasi, penanaman pohon langsung dilakukan di sejumlah titik rawan. Sebanyak 50 bibit pohon ditanam, terdiri dari jenis beringin dan aren yang memiliki daya ikat tanah cukup kuat.
Menurut Egi, langkah tersebut merupakan bentuk intervensi cepat pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan tanah di kawasan rawan bencana.
“Kita lakukan penanaman sebagai upaya penguatan struktur tanah di area longsor. Untuk tahap awal, kita tanam sekitar 50 pohon di titik-titik yang paling berisiko,” ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah tersebut disesuaikan dengan kondisi medan yang cukup ekstrem sehingga faktor keselamatan menjadi prioritas utama.
“Awalnya kita rencanakan 200 pohon, namun karena keterbatasan akses dan kondisi lapangan, kita fokuskan pada titik prioritas terlebih dahulu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Egi mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama di wilayah sekitar kawasan hutan lindung.
“Upaya pencegahan harus kita utamakan. Menanam dan merawat pohon adalah investasi jangka panjang untuk menghindari bencana,” tegasnya.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, longsor yang terjadi diduga disebabkan oleh faktor alam. Hal ini terlihat dari mulai tumbuhnya vegetasi alami di lokasi, yang menandakan peristiwa tersebut telah terjadi beberapa waktu lalu.
Selain itu, area longsor berada di zona inti hutan lindung yang tidak ditemukan aktivitas manusia seperti pembukaan lahan atau kegiatan pertanian.
Pemkab Lampung Selatan berharap, langkah awal ini dapat berlanjut menjadi program berkesinambungan dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meminimalkan potensi bencana di kawasan lereng Gunung Rajabasa.













