Lampung Selatan

Pemkab Lampung Selatan Gandeng BNI Perkuat Digitalisasi dan Dorong Investasi Daerah

×

Pemkab Lampung Selatan Gandeng BNI Perkuat Digitalisasi dan Dorong Investasi Daerah

Sebarkan artikel ini
Pemkab Lampung Selatan Gandeng BNI Perkuat Digitalisasi dan Dorong Investasi Daerah
Momen kebersamaan usai penandatanganan kerja sama antara Pemkab Lampung Selatan dan BNI KC Tanjung Karang sebagai langkah memperkuat digitalisasi layanan pemerintahan serta mendorong investasi dan pembangunan daerah berkelanjutan. (Dok: Istimewa)

Potensinews.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan resmi menjalin kerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Tanjung Karang guna memperkuat digitalisasi layanan pemerintahan sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dan pihak PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Tanjung Karang di ruang kerja bupati, Rabu (6/5/2026).

Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program daerah melalui pemanfaatan layanan perbankan, termasuk pengelolaan keuangan daerah yang lebih modern, efektif, dan transparan.

PGS Regional CEO BNI, Ari Masdianto Purnomo, menegaskan bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis dalam membangun ekosistem pelayanan publik yang terintegrasi dan berbasis digital.

Baca Juga:  Hadapi Era AI, Bupati Lampung Selatan Ajak Tenaga Pendidik Perluas Cakrawala dan Adaptasi Global

“Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan layanan publik yang lebih modern, efektif, transparan, dan terintegrasi,” ujar Ari.

Ia menjelaskan, ruang lingkup kerja sama mencakup pengelolaan keuangan daerah, pemanfaatan layanan perbankan, serta penguatan digitalisasi pemerintahan sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan.

Menurut Ari, BNI sebagai bank milik negara berkomitmen menghadirkan solusi keuangan inovatif yang relevan dengan kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat.

Selain itu, BNI juga melihat Lampung Selatan memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pariwisata, pertanian, hingga pengembangan UMKM yang dinilai mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyambut baik kerja sama tersebut dan berharap kolaborasi yang terjalin dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Baca Juga:  Jelang Tutup Anggaran 2025, Pemkab Lampung Selatan Pacu Kinerja ASN dan Optimalkan Layanan Publik

“Kami sangat terbuka dan menyambut baik kerja sama ini. Harapannya, kolaborasi ini tidak hanya bersifat formalitas, tetapi benar-benar memberikan dampak positif bagi Kabupaten Lampung Selatan,” kata Egi.

Ia menambahkan, kerja sama dengan sektor perbankan diharapkan tidak hanya terbatas pada layanan keuangan pemerintahan, tetapi juga dapat diperluas untuk mendukung pengembangan pariwisata dan investasi daerah.

Dalam kesempatan itu, Bupati Egi juga memaparkan sejumlah program prioritas, salah satunya program Desa Helau yang berfokus pada pembangunan desa yang bersih, asri, dan berkelanjutan.

Egi menegaskan, pihaknya tengah mendorong transformasi sektor pariwisata dari sekadar kunjungan singkat menjadi kunjungan yang lebih lama atau stay experience di Lampung Selatan.

Baca Juga:  Pemkab Lampung Selatan Jelaskan Skema Gaji PPPK Paruh Waktu

“Kami ingin mengubah konsep dari ‘visit to Lampung Selatan’ menjadi ‘stay at Lampung Selatan’. Karena itu, kami berharap kehadiran BNI dapat membuka ruang investasi dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Ia meyakini, peningkatan aktivitas wisata dan investasi akan berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat.

Melalui kerja sama ini, Pemkab Lampung Selatan berharap sinergi dengan BNI dapat terus berkembang dan menghadirkan berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat luas serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Delegasi Timor Leste Belajar Ketangguhan Desa di Lampung Selatan
Delegasi Timor Leste Belajar Ketangguhan Desa di Lampung Selatan Kabupaten Lampung Selatan kembali mendapat perhatian sebagai daerah rujukan praktik pembangunan desa dan penguatan ketahanan masyarakat. Kali ini, delegasi internasional dari Timor Leste datang untuk mempelajari langsung pengembangan ketangguhan komunitas berbasis desa di wilayah tersebut. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Program Sprint II (Strengthening Partnership for Community Resilience in Indonesia and Timor-Leste) yang berfokus pada penguatan masyarakat tangguh bencana serta pembangunan desa berkelanjutan berbasis potensi lokal. Delegasi Timor Leste dipimpin oleh Konsultan ADPC Program SPRINT Timor Leste, Pedruco Capela, dan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, di ruang kerja Sekda Lampung Selatan, Senin (11/5/2026). Turut hadir dalam penyambutan itu Project Manager Paluma Nusantara Lampung Selatan Nanang Priyana, Konsultan ADPC Program SPRINT Indonesia, jajaran perangkat daerah Pemkab Lampung Selatan, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Selama berada di Lampung Selatan, delegasi dijadwalkan mengunjungi sejumlah desa dampingan program, yakni Desa Maja di Kecamatan Kalianda, Desa Canti dan Desa Rajabasa di Kecamatan Rajabasa, serta Desa Kelawi di Kecamatan Bakauheni. Di sejumlah lokasi tersebut, delegasi akan melihat langsung praktik pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan, mulai dari penguatan ketangguhan desa, pengurangan risiko bencana, hingga pengembangan mata pencaharian masyarakat berbasis potensi lokal. Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kerja sama antarnegara sekaligus membuka ruang berbagi pengalaman. “Lampung Selatan merupakan daerah yang strategis karena memiliki jalur darat, laut, dan udara. Mudah-mudahan pengalaman yang ada di sini bisa menjadi ruang untuk saling belajar dan saling melengkapi,” ujar Supriyanto. Menurutnya, kolaborasi seperti ini dapat memperkaya pengalaman kedua negara dalam membangun masyarakat desa yang mandiri dan tangguh menghadapi berbagai tantangan. “Hal-hal baik dari Timor Leste silakan dibagikan kepada kami, begitu pula pengalaman baik dari Lampung Selatan semoga bisa menjadi pembelajaran bagi Timor Leste,” lanjutnya. Dalam kesempatan itu, Supriyanto juga memperkenalkan Lampung Selatan sebagai daerah yang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan secara harmonis. “Lampung Selatan memiliki masyarakat yang heterogen, namun tetap hidup rukun dan damai. Ini menjadi salah satu hal yang terus kami jaga bersama,” katanya. Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk memberikan pelayanan dan sambutan terbaik kepada delegasi internasional sebagai wujud keramahan masyarakat Indonesia. “Kita harus menunjukkan hal-hal baik yang kita miliki. Indonesia dikenal dengan keramahan dan kesantunannya, dan itu harus terus kita tunjukkan kepada siapa pun,” tutupnya. Diketahui, Program SPRINT II merupakan kolaborasi internasional yang menitikberatkan pada penguatan ketangguhan masyarakat pesisir melalui pembangunan desa berkelanjutan di Indonesia dan Timor Leste, khususnya dalam pengurangan risiko bencana dan penguatan ekonomi masyarakat lokal.
Lampung Selatan

Potensinews.id — Kabupaten Lampung Selatan kembali mendapat perhatian sebagai…