Potensinews.id — Pemerintah Desa Waygalih, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, menerima bantuan pangan dan sembako dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk warga terdampak banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada Jumat (6/3/2026).
Sebanyak 49 Kepala Keluarga (KK) tercatat sebagai penerima bantuan di Desa Waygalih. Penyaluran dilakukan di Balai Desa, sebagai upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bisa terpenuhi.
Sebelumnya, Pemkab Lampung Selatan menyalurkan bantuan serupa kepada 1.175 KK korban banjir di empat kecamatan, yakni Jati Agung, Tanjung Bintang, Tanjung Sari, dan Natar.
Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang sedang menghadapi musibah.
“Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, penerima bantuan terbanyak ada di Kecamatan Jati Agung 865 KK, disusul Natar 143 KK, Tanjung Bintang 117 KK, dan Tanjung Sari 50 KK,” jelas Supriyanto di Kalianda, Minggu.
Bantuan yang diberikan tidak hanya beras 10 kilogram dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), tetapi juga berbagai kebutuhan pokok lain, termasuk telur, mi instan, roti, makanan siap saji, lauk pauk siap saji, kasur, selimut, sandang dewasa, hingga paket peralatan dapur.
Sementara itu, Kepala Desa Waygalih, Joko Waskito, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Menurutnya, bencana banjir sempat merendam sejumlah rumah warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Lampung Selatan yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada warga terdampak banjir. Bantuan ini sangat meringankan beban masyarakat,” ujar Joko.
Joko juga berharap bantuan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pasca-bencana.
Selain bantuan pangan, Pemkab Lampung Selatan juga menurunkan alat berat excavator untuk meratakan puing-puing tembok Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang hancur akibat arus sungai yang meluap.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan alat berat untuk membersihkan dan meratakan puing-puing TPU yang rusak. Ini sangat membantu masyarakat,” tambahnya.
Saat ini, pemerintah desa bersama aparat terkait terus melakukan pendataan dan koordinasi, guna memastikan seluruh warga terdampak menerima bantuan secara merata.













