Potensinews.id — Kodim 0427/Way Kanan menggelar doa bersama dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika TNI Angkatan Darat di Musholla Al-Ikhlas, Jl. Jenderal Sudirman Km 2, Kecamatan Blambangan Umpu. Kegiatan religius ini mengusung tema “TNI AD Manunggal Dengan Rakyat Untuk Indonesia Bersatu, Berdaulat, Sejahtera dan Maju,” sebagai pengingat akan pentingnya kebersamaan dalam menjaga persatuan bangsa.
Dandim 0427/WK, Letkol Arm Sigit Windarto, S.Sos., M.Han, dalam sambutannya menekankan bahwa momentum Hari Juang Kartika harus menjadi penguatan moral dan spiritual bagi seluruh prajurit. Ia mengajak jajarannya untuk menjadikan kebaikan sebagai pondasi dalam setiap langkah, baik saat menjalankan tugas kedinasan maupun ketika mengayomi keluarga di rumah.
“Saya mengajak seluruh anggota Kodim 0427/WK untuk terus meningkatkan amal kebaikan, meskipun kita sebagai manusia tidak pernah lepas dari kekurangan. Di peringatan Hari Juang Kartika ini, saya tekankan agar kita tidak meninggalkan salat lima waktu. Itu adalah modal utama, pegangan kita dalam kehidupan di dunia dan di akhirat,” tegasnya.
Lebih jauh, Dandim menuturkan bahwa budaya kebaikan harus menjadi identitas prajurit TNI AD. Selain itu, hubungan yang harmonis dan penuh empati antara TNI dan masyarakat harus terus dipelihara sebagai wujud kemanunggalan yang sesungguhnya.
Peringatan Hari Juang Kartika sendiri merupakan momen untuk mengenang semangat perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman, seorang tokoh yang menjadi simbol ketulusan, keberanian, dan integritas dalam mempertahankan kedaulatan negara. Nilai-nilai perjuangan tersebut menjadi inspirasi bagi TNI AD untuk terus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Berbagai program seperti Manunggal Air, ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya menjadi bukti peran aktif TNI AD dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui spirit Hari Juang Kartika, Kodim 0427/WK berkomitmen untuk terus hadir dan bekerja untuk rakyat, sejalan dengan jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara profesional.












