Potensinews.id – “Nuwa Dalom” bukan sekadar rumah hunian biasa. Bangunan kayu bersejarah ini menjadi simbol peradaban serta nilai luhur adat budaya masyarakat Way Kanan, khususnya di Kampung Pakuan Ratu, Kecamatan Pakuan Ratu.
Pada masanya, Nuwa Dalom merupakan lambang kebangsawanan dan pusat kehidupan keluarga Dalom. Dari rumah inilah cikal bakal kelompok masyarakat adat Buay Pemuka Pangeran Tua terbentuk, sebuah komunitas adat yang hingga kini tetap menjaga garis silsilah serta tatanan tradisinya.
Berdiri kokoh dengan konstruksi kayu yang masih mempertahankan bentuk aslinya, Nuwa Dalom mencerminkan kearifan lokal masyarakat Lampung tempo dulu. Arsitekturnya menggambarkan tata ruang khas rumah adat Lampung, sarat filosofi kehidupan, serta nilai kepemimpinan dan kehormatan yang diwariskan lintas generasi.
Secara geografis, lokasi Nuwa Dalom memiliki makna strategis. Tepat di belakang rumah adat tersebut mengalir pertemuan dua sungai besar, Way Besai dan Way Umpu. Pertemuan arus inilah yang diyakini menjadi salah satu asal-usul penamaan wilayah Way Kanan. Pada masa lampau, kawasan ini menjadi pusat aktivitas adat, sosial, hingga pemerintahan tradisional.
Meski tidak diketahui secara pasti kapan bangunan tersebut didirikan, para ahli waris keturunan Dalom meyakini usia Nuwa Dalom telah melampaui 400 tahun. Keyakinan ini bersumber dari cerita turun-temurun, catatan silsilah keluarga, serta sejarah lisan yang terus dijaga keberlanjutannya.
Dahulu, Nuwa Dalom menjadi tempat tinggal anak keturunan keluarga Dalom sekaligus pusat musyawarah dan pengambilan keputusan adat. Nilai-nilai kebangsawanan, kepemimpinan, dan tata krama diwariskan dari rumah ini kepada masyarakat luas.
Kini, meski tidak lagi difungsikan sebagai hunian, Nuwa Dalom tetap dirawat dengan penuh tanggung jawab oleh para ahli waris bersama masyarakat sekitar. Mereka memandang rumah adat ini bukan sekadar milik satu keluarga besar, melainkan simbol pemersatu masyarakat dalam naungan adat Buay Pemuka Pangeran Tua.
Bagi masyarakat setempat, Nuwa Dalom adalah identitas dan jejak sejarah yang tak boleh hilang. Di tengah arus modernisasi, keberadaannya menjadi pengingat akan akar budaya dan jati diri yang harus terus dijaga.
Melihat nilai sejarah, usia bangunan, serta perannya dalam perjalanan adat Lampung, masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Lampung dapat menetapkan Nuwa Dalom sebagai bangunan cagar budaya. Penetapan tersebut dinilai penting agar rumah adat ini memperoleh perlindungan hukum, perhatian dalam pelestarian, serta dukungan anggaran perawatan jangka panjang.
Harapannya, Nuwa Dalom tetap berdiri kokoh, bukan hanya sebagai bangunan kayu berusia ratusan tahun, tetapi sebagai simbol hidup peradaban adat Way Kanan yang terus menyala sepanjang zaman.













