Way Kanan

Pemuda Katolik Way Kanan Berbagi Takjil, Wujud Toleransi di Bulan Ramadan

×

Pemuda Katolik Way Kanan Berbagi Takjil, Wujud Toleransi di Bulan Ramadan

Sebarkan artikel ini
Pemuda Katolik Way Kanan Berbagi Takjil, Wujud Toleransi di Bulan Ramadan
Pemuda Katolik Komcab Way Kanan bersama Wanita Katolik RI Cabang Baradatu dan OMK Sacra Familia Baradatu berfoto bersama usai kegiatan berbagi takjil gratis di depan SD Bhakti Baradatu, Senin (16/3/2026). Foto: Ist

Potensinews.id – Semangat kebersamaan dan toleransi beragama terlihat nyata di Kabupaten Way Kanan. Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Way Kanan bersama Wanita Katolik RI (WKRI) Cabang Baradatu dan Orang Muda Katolik (OMK) Sacra Familia Baradatu menggelar aksi sosial berbagi takjil gratis, Senin (16/3/2026).

Kegiatan tersebut dipusatkan di depan SD Bhakti Baradatu, Way Kanan, Lampung. Dengan penuh sukacita, para pemuda dan ibu-ibu membagikan paket takjil kepada para pengendara serta masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Ketua Pemuda Katolik Komcab Way Kanan, Benediktus Saragih, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian umat Katolik kepada masyarakat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Baca Juga:  Bupati Ayu Hadiri Pisah Sambut Kapolres Way Kanan, Tekankan Sinergi Jaga Keamanan

“Berbagi takjil ini menjadi wujud kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat. Dalam semangat toleransi dan solidaritas, kami ingin hadir langsung untuk berbagi kebahagiaan,” ujar Benediktus.

Ia berharap kegiatan sederhana tersebut dapat semakin mempererat kerukunan antarumat beragama di Way Kanan. Menurutnya, perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk saling peduli dan berbagi kasih.

“Momentum Ramadan ini menjadi kesempatan untuk menumbuhkan rasa saling menghargai. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga dan membawa kedamaian bagi masyarakat,” tambahnya.

Aksi sosial ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat Baradatu. Kehadiran organisasi lintas generasi seperti Pemuda Katolik, Wanita Katolik, dan OMK menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan tetap menjadi perekat di tengah keberagaman masyarakat Lampung.