DPRD Bandar Lampung

Kasus HIV Tertinggi di Lampung, DPRD Bandar Lampung Minta Penanganan Lebih Serius

×

Kasus HIV Tertinggi di Lampung, DPRD Bandar Lampung Minta Penanganan Lebih Serius

Sebarkan artikel ini
Kasus HIV Tertinggi di Lampung, DPRD Bandar Lampung Minta Penanganan Lebih Serius
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah. Foto: Ist

Potensinews.id – Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, menyoroti tingginya angka kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Bandar Lampung sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, jumlah temuan kasus HIV/AIDS di Kota Bandar Lampung mencapai 119 kasus, angka tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.

Asroni menilai kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi sistem kesehatan daerah yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, tingginya kasus HIV harus menjadi perhatian bersama dan ditangani dengan langkah yang lebih konkret.

Ia meminta pemerintah daerah meningkatkan upaya penanggulangan secara menyeluruh, mulai dari penguatan program pencegahan, perluasan akses tes dan deteksi dini, hingga memastikan keberlanjutan terapi antiretroviral (ARV) bagi para penderita.

Baca Juga:  Sambut Bulan Suci Ramadhan, DPRD Bandar Lampung Serukan Persatuan dan Kebersamaan

Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga dinilai sangat penting untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

“Penanganan HIV/AIDS tidak boleh hanya bersifat rutin atau sekadar menggugurkan kewajiban program. Ini soal nyawa dan masa depan generasi kita. Pemerintah harus mengambil langkah nyata, terukur, dan memiliki dampak langsung,” tegas Asroni saat memberikan keterangan, Minggu (22/2/2026).

Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, lanjutnya, akan menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal untuk memastikan program penanggulangan HIV/AIDS berjalan efektif dan tepat sasaran.

Asroni juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga sosial, hingga masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS.

Ia juga mengingatkan pentingnya pendekatan yang humanis tanpa stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Menurutnya, stigma sosial justru dapat menghambat upaya deteksi dini dan pengobatan.

Baca Juga:  Sidang Paripurna DPRD dalam Rangka HUT Kota Bandar Lampung Ke-342 Dihadiri Walikota Eva Dwiana

“Literasi masyarakat harus ditingkatkan. Kita tidak boleh abai, karena dampaknya bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga bisa menimbulkan masalah sosial dan ekonomi di masa depan,” ujarnya.

Daftar Sebaran Kasus HIV di Provinsi Lampung Tahun 2025
Peringkat Kabupaten/Kota Jumlah Kasus
1 Kota Bandar Lampung 119 kasus
2 Kabupaten Way Kanan 101 kasus
3 Kabupaten Pringsewu 100 kasus
4 Kabupaten Tulang Bawang 93 kasus
5 Kota Metro 92 kasus
6 Kabupaten Tanggamus 83 kasus
7 Kabupaten Lampung Selatan 82 kasus
8 Kabupaten Lampung Tengah 81 kasus
9 Kabupaten Lampung Timur 77 kasus
10 Kabupaten Tulang Bawang Barat 74 kasus
11 Kabupaten Pesawaran 71 kasus
12 Kabupaten Lampung Barat 70 kasus
13 Kabupaten Mesuji 69 kasus
14 Kabupaten Pesisir Barat 68 kasus
15 Kabupaten Lampung Utara 65 kasus