Opini

Akselerasi Pembangunan Gerai dan Gudang Koperasi Desa Merah Putih: Jalan Konstitusional Menguatkan Ekonomi Rakyat

×

Akselerasi Pembangunan Gerai dan Gudang Koperasi Desa Merah Putih: Jalan Konstitusional Menguatkan Ekonomi Rakyat

Sebarkan artikel ini
Akselerasi Pembangunan Gerai dan Gudang Koperasi Desa Merah Putih: Jalan Konstitusional Menguatkan Ekonomi Rakyat
A. Anwar Sadat, S.H., Ketua Umum DPP APDESI Merah Putih. | Ist

Potensinews.id – Negara hadir bukan hanya melalui regulasi, tetapi melalui kesejahteraan yang benar-benar dirasakan rakyat hingga ke pelosok desa. Dalam konsepsi bernegara sebagaimana diamanatkan Pancasila dan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Di situlah ruh koperasi berakar.

Atas dasar itulah, DPP APDESI Merah Putih memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan gerai dan gudang Koperasi Desa Merah Putih. Program ini bukan semata proyek fisik, melainkan instrumen negara untuk menata ulang arus ekonomi agar tidak hanya berputar di kota, tetapi juga tumbuh dan berkembang di desa.

Selama ini, desa kerap hanya menjadi pasar konsumsi. Barang datang dari luar, uang mengalir keluar desa. Petani, nelayan, pelaku UMKM, dan masyarakat desa bekerja keras, tetapi nilai tambahnya justru dinikmati oleh rantai distribusi di luar wilayah mereka. Melalui pembangunan gerai dan gudang koperasi desa, negara tengah membangun simpul distribusi baru, menjadikan desa sebagai pusat produksi, pusat perdagangan, sekaligus pusat kesejahteraan.

Baca Juga:  Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Lamsel Tuai Kritik, LSM Sebut Minim Transparansi

Gerai koperasi akan berfungsi sebagai etalase produk lokal, sementara gudang koperasi menjadi penyangga logistik desa. Di sanalah hasil panen disimpan, harga distabilkan, dan petani dilindungi dari praktik permainan tengkulak. Pada titik ini, fungsi negara hadir secara nyata: melindungi yang lemah, memperkuat yang kecil, dan menyeimbangkan mekanisme pasar.

APDESI Merah Putih memandang program ini sebagai wujud konkret ekonomi kerakyatan. Ketika hasil pertanian ditampung koperasi, ketika kebutuhan pokok disediakan koperasi desa, dan ketika distribusi dikelola oleh masyarakat desa sendiri, maka kebocoran ekonomi dapat ditekan. Uang berputar di desa, daya beli meningkat, dan kemiskinan struktural perlahan diputus.

Pemerintah desa adalah garda terdepan kehadiran negara. Kepala desa bukan sekadar administrator, melainkan pemimpin ekonomi lokal. Karena itu, APDESI Merah Putih mendorong seluruh pemerintah desa untuk aktif mengambil peran, mulai dari penyediaan lahan, penguatan kelembagaan, hingga membangun koperasi yang sehat, transparan, profesional, dan akuntabel. Koperasi harus menjadi milik warga, bukan milik segelintir kelompok.

Baca Juga:  Marindo Kurniawan Sekda Termuda, Harapan Baru Birokrasi Lampung

Negara yang kuat berawal dari desa yang berdaulat. Kedaulatan pangan, stabilitas harga, dan pemerataan ekonomi tidak mungkin terwujud tanpa basis produksi yang kokoh di desa. Pembangunan gerai dan gudang Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah strategis menuju kemandirian ekonomi nasional yang bertumpu dari bawah.

APDESI Merah Putih berdiri bersama pemerintah untuk memastikan program ini berjalan cepat, tepat sasaran, dan benar-benar berpihak kepada rakyat. Sebab, membangun desa bukan sekadar membangun wilayah, melainkan membangun masa depan Indonesia.

Ketika ekonomi bergerak di desa, sesungguhnya negara sedang berdiri dengan kokoh.