Opini

Penulis Asal Lampung Luncurkan Buku Kritik Pemerintahan, Hasil Penjualan Disumbangkan untuk Korban Bencana

×

Penulis Asal Lampung Luncurkan Buku Kritik Pemerintahan, Hasil Penjualan Disumbangkan untuk Korban Bencana

Sebarkan artikel ini
Penulis Asal Lampung Luncurkan Buku Kritik Pemerintahan, Hasil Penjualan Disumbangkan untuk Korban Bencana
Penulis asal Lampung, Deta Indah Putri. Foto: Ist

Potensinews.idPenulis asal Lampung, Deta Indah Putri, resmi meluncurkan sebuah buku yang mengangkat kritik tajam terhadap praktik-praktik penyimpangan dalam tubuh pemerintahan.

Buku tersebut mengulas berbagai persoalan serius, mulai dari penyalahgunaan kekuasaan, pembungkaman kritik, hingga budaya birokrasi yang dinilai jauh dari prinsip keadilan dan transparansi.

Buku ini lahir dari kegelisahan penulis terhadap pembusukan sistemik yang selama ini dianggap lumrah dan dinormalisasi dalam praktik pemerintahan.

Melalui riset mendalam serta narasi yang lugas dan kritis, Deta berupaya membuka ruang diskusi publik terkait kondisi demokrasi dan tata kelola kekuasaan di Indonesia.

Meski menyadari risiko tekanan maupun intimidasi akibat muatan kritik yang disampaikan,

Deta Indah Putri tetap menerbitkan karya tersebut sebagai bentuk perlawanan intelektual dan tanggung jawab moral seorang penulis terhadap kebenaran.

Baca Juga:  Delapan Tahun dan Sebuah Wajah Yang Tak Terlupakan

Hal yang membedakan buku ini dari karya kritik lainnya adalah komitmen kemanusiaan yang menyertainya.

Seluruh hasil penjualan buku tersebut disalurkan untuk membantu korban bencana di wilayah Sumatera.

Dengan demikian, buku ini tidak hanya menjadi medium kritik terhadap kekuasaan, tetapi juga menjelma sebagai gerakan solidaritas sosial.

Sejak peluncurannya, buku ini menuai beragam respons dari publik.

Banyak pihak memberikan apresiasi atas keberanian penulis dalam menyuarakan kritik secara terbuka, sementara sebagian lainnya menilai isi buku terlalu frontal dan berpotensi memicu kontroversi.

Di tengah ruang demokrasi yang dinilai semakin menyempit, kehadiran buku ini menjadi pengingat bahwa pena tetap memiliki daya gugah untuk mempertanyakan kekuasaan, menumbuhkan kesadaran publik, serta mendorong perubahan menuju tata kelola pemerintahan yang lebih adil dan transparan.