Pendidikan

Mahasiswa Pascasarjana FISIP UNTAN Bangun Kolaborasi Gotong Royong di Desa Bakau

×

Mahasiswa Pascasarjana FISIP UNTAN Bangun Kolaborasi Gotong Royong di Desa Bakau

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Pascasarjana FISIP UNTAN Bangun Kolaborasi Gotong Royong di Desa Bakau
Kebersamaan mahasiswa Pascasarjana FISIP UNTAN bersama warga Desa Bakau, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, saat pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM), 6–8 Februari 2026. Foto: Ist

Potensinews.id — Desa Bakau, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, tampak lebih semarak dari biasanya. Selama tiga hari, 6–8 Februari 2026, suasana gotong royong antara mahasiswa dan masyarakat terjalin erat melalui kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak.

Sebanyak 11 mahasiswa Program Magister Ilmu Administrasi Publik terlibat langsung dalam kegiatan tersebut, yakni Hijrah Akbar, Nesya Putri, Ratih Inri, Daffa Putra, Kariana Noviana, Hangga Taqwa, M. Masshaumi, Reni Puji, Teri Teguh, Wulandari, dan Aswandi. Kegiatan PPM ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Sudirman, M.Si., serta dipantau oleh tim monitoring dan evaluasi yang dipimpin Dr. Erdi, M.Si., dengan dukungan penuh dari perangkat desa dan partisipasi aktif masyarakat setempat.

Baca Juga:  Warga Tanjung Harapan Gotong Royong Perbaiki Jalan Berlubang yang Membahayakan Pengendara

Program PPM dipusatkan di lima dusun, yaitu Dusun Bakti, Sadar, Karya, Seradi, dan Seradi Selatan. Sejumlah agenda dijalankan dengan memadukan pembangunan fisik dan edukasi masyarakat. Mahasiswa bersama warga membangun papan nama dusun permanen sebagai penegasan identitas wilayah, melakukan revitalisasi Surau Al-Ikhlas melalui pengecatan dan pembersihan, serta menggelar penyuluhan terkait kecermatan dalam memilih dan membeli makanan serta minuman yang aman dikonsumsi.

Ketua Kelompok PPM, Hijrah Akbar, menyampaikan bahwa pendekatan partisipatif menjadi kunci keberhasilan kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan membuat program lebih mudah diterima dan hasilnya benar-benar dirasakan bersama.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meninggalkan perubahan fisik, tetapi juga memperkuat modal sosial serta mendorong kemandirian masyarakat Desa Bakau ke depan,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkot dan Taring Lampung Gotong Royong Bersihkan Panti Asuhan Terdampak Banjir

Selama kegiatan berlangsung, suasana kerja bakti dan diskusi tampak hidup. Warga terlibat langsung dalam setiap proses pembangunan maupun sesi penyuluhan. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan desa yang efektif lahir dari kolaborasi dan kebersamaan, bukan berjalan secara satu arah.

Program PPM ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa pascasarjana di Desa Bakau menegaskan peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pembangunan desa dengan menghadirkan pendekatan ilmiah yang selaras dengan kebutuhan riil masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, Desa Bakau tidak hanya memperoleh pembenahan fasilitas, tetapi juga penguatan kesadaran kolektif bahwa kemajuan desa tumbuh dari semangat gotong royong dan kebersamaan.