Potensinews.id – Pemerintah Provinsi Lampung mencatatkan kinerja impresif dalam menjaga stabilitas harga di awal tahun.
Berdasarkan data terbaru, inflasi Provinsi Lampung pada Januari 2026 tercatat sebesar 1,9 persen.
Angka ini menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan inflasi terendah di Pulau Sumatera sekaligus masuk dalam 10 besar provinsi dengan inflasi terendah secara nasional.
Capaian tersebut dipaparkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, secara daring, Senin, 9 Februari 2026.
Mewakili Pemerintah Provinsi Lampung, Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik, Achmad Saefulloh, mengikuti rakor dari Ruang Command Center Pemprov Lampung.
Mendagri Tito Karnavian dalam arahannya menyampaikan bahwa inflasi nasional berada di angka 3,55 persen. Meskipun angka tahunan meningkat, secara bulanan (month to month) nasional mengalami deflasi dari 0,64 persen pada Desember menjadi -0,15 persen pada Januari.
“Menjaga keseimbangan inflasi adalah kunci agar kepentingan konsumen dan produsen berjalan beriringan. Kabar baiknya, harga barang dan jasa mulai relatif terkendali pada awal tahun ini,” ujar Tito Karnavian.
Selaras dengan tren nasional, Lampung menunjukkan performa pengendalian harga yang sangat stabil. Indeks Perubahan Harga (IPH) Lampung tercatat turun sebesar -0,08 persen pada minggu pertama Februari 2026.
Penurunan ini didorong oleh merosotnya harga komoditas strategis seperti cabai merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras di pasaran.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa tantangan inflasi nasional pada awal tahun ini lebih dipengaruhi oleh fenomena Low Base Effect, khususnya penyesuaian tarif listrik dibandingkan periode subsidi tahun 2025.
Namun, ia memproyeksikan kondisi akan kembali normal pada Maret dan April mendatang.
Keberhasilan Lampung menekan inflasi di level 1,9 persen mencerminkan kuatnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan pemangku kepentingan terkait dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Fokus utama diarahkan pada jaminan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta keterjangkauan harga pokok.
Dengan realisasi inflasi yang rendah dan stabil, Provinsi Lampung semakin memperkuat posisinya sebagai wilayah dengan iklim ekonomi yang kondusif.













