Lampung

Pemprov Lampung Perkuat Strategi Kesehatan, Wagub Fokus Tekan Penyakit Menular

×

Pemprov Lampung Perkuat Strategi Kesehatan, Wagub Fokus Tekan Penyakit Menular

Sebarkan artikel ini
Pemprov Lampung Perkuat Strategi Kesehatan, Wagub Fokus Tekan Penyakit Menular
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bersama Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menggelar rapat evaluasi Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Senin, 13 April 2026. | Pemprov Lampung

Potensinews.id — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bersama Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menggelar rapat evaluasi Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di ruang kerja Wakil Gubernur, Senin, 13 April 2026.

Rapat tersebut membahas kondisi terkini serta strategi penanganan berbagai penyakit, baik tidak menular maupun menular, seperti Campak, Tuberkulosis, dan Malaria di Provinsi Lampung.

Dalam pembahasan, penyakit campak dan TBC menjadi perhatian utama seiring masih ditemukannya peningkatan kasus serta perlunya langkah penanganan yang lebih intensif dan terkoordinasi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, hingga April 2026 tercatat sebanyak 281 kasus positif campak. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yang salah satunya dipengaruhi oleh semakin masifnya pelacakan dan pemeriksaan terhadap kasus suspek.

Baca Juga:  Gubernur Arinal Djunaidi Hadiri Pengukuhan Kepala BI Lampung

Namun, cakupan imunisasi campak di Lampung dinilai belum merata. Padahal, untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) dan mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB), cakupan imunisasi minimal harus mencapai 95 persen.

Rendahnya cakupan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari maraknya hoaks vaksin di media sosial, adanya kelompok yang menolak imunisasi, hingga kekhawatiran orang tua terhadap efek samping seperti demam. Selain itu, masih terdapat kurangnya pemahaman bahwa imunisasi tetap bisa diberikan meski anak telah berusia di atas satu tahun.

Sementara itu, untuk TBC, estimasi kasus di Provinsi Lampung hingga April 2026 mencapai 30.745 kasus. Tingkat penemuan kasus masih relatif rendah, yakni 11,3 persen dari total kasus terduga. Meski demikian, tingkat keberhasilan pengobatan cukup tinggi, mencapai 90 persen, dengan 82 persen kasus TBC sensitif obat telah memulai pengobatan.

Baca Juga:  Pj Bupati Lampung Barat Dapat Perpanjangan Jabatan

Berbagai kendala dalam penanganan TBC juga diungkapkan, seperti keterbatasan tenaga kesehatan, sarana dan laboratorium, kondisi geografis, serta belum optimalnya pelibatan fasilitas kesehatan swasta dalam pelaporan kasus.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung akan memperkuat langkah strategis, di antaranya meningkatkan surveilans campak, memperluas cakupan imunisasi, memperkuat kerja sama lintas sektor, serta mengintensifkan edukasi untuk menangkal hoaks terkait vaksinasi.

Wagub Jihan juga menginstruksikan penyusunan strategi jangka pendek yang lebih terarah, termasuk penguatan dukungan anggaran melalui Bappeda di sektor kesehatan, serta mendorong keterlibatan komunitas dalam membantu identifikasi kasus dan percepatan imunisasi.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara puskesmas, rumah sakit, dan Dinas Kesehatan dalam pelaporan serta penanganan penyakit menular secara terpadu.

Baca Juga:  Hadapi 14 Potensi Bencana, Lampung Prioritaskan Penurunan Risiko

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Lampung akan menggelar rapat lanjutan guna memastikan seluruh langkah strategis dapat segera diimplementasikan secara efektif di lapangan.

Melalui penguatan koordinasi, peningkatan cakupan imunisasi, serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan penanganan penyakit menular di Provinsi Lampung dapat berjalan lebih optimal.