Potensinews.id – Kinerja jasa pengiriman SPX Express di wilayah Tahuna, Kepulauan Sangihe, menuai kritik tajam dari konsumen.
Ketidakprofesionalan manajemen dalam menangani kiriman paket milik warga dinilai sangat merugikan, terlebih saat mendekati hari raya Idul Fitri 1447 H.
Salah satu konsumen berinisial H.M., warga Kampung Bahu, mengungkapkan kekecewaan mendalam setelah paket berisi pakaian Lebaran yang dipesan jauh-jauh hari dinyatakan hilang secara sepihak oleh pihak ekspedisi. Padahal, berdasarkan status pelacakan, barang tersebut sudah berada di titik tujuan (Tahuna).
Kronologi Kejadian:
*2 Maret 2026: Paket secara resmi tiba di pusat transit/Gudang SPX Tahuna.
*6 Maret 2026: Setelah tertahan selama empat hari tanpa kejelasan pengantaran, pihak SPX melakukan scanning dengan keterangan mengejutkan: Paket Hilang.
“Bukannya bertanggung jawab mencari barang tersebut, saya justru diminta melakukan pemesanan ulang (re-order). Ini sangat tidak masuk akal,” tegas H.M., Sabtu, 7 Maret 2026.
Konsumen merasa dipermainkan dengan sistem kerja SPX Tahuna. Menurutnya, opsi memesan ulang bukanlah solusi bijak mengingat durasi pengiriman ke wilayah kepulauan memakan waktu lama (estimasi satu minggu lebih).
Penundaan sepihak ini dianggap sebagai kelalaian fatal yang merusak persiapan ibadah dan perayaan warga.
Buruknya koordinasi SPX Tahuna memicu warga membandingkan layanan tersebut dengan jasa ekspedisi lain yang dinilai lebih profesional, cepat, dan bertanggung jawab di wilayah perbatasan.
Warga mendesak manajemen pusat SPX untuk segera mengevaluasi kinerja karyawan dan kurir di Tahuna. Masyarakat meminta sanksi tegas bagi staf yang lalai agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat kepercayaan publik adalah aset utama dalam bisnis jasa pengiriman.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kantor SPX Tahuna belum memberikan keterangan resmi terkait hilangnya paket konsumen tersebut.













