Potensinews.id – Pemerintah Kabupaten Banyuasin resmi menjadi daerah pelopor penerapan Manajemen Talenta (Mantel) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Sumatera Selatan. Peluncuran dan sosialisasi sistem ini digelar di Auditorium Pemkab Banyuasin, Pangkalan Balai, Jumat, 23 Januari 2026, dan diikuti oleh pejabat administrator serta pejabat fungsional madya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banyuasin, Dr. Ir. H. Izromaita, M.Si, menegaskan bahwa Manajemen Talenta merupakan langkah strategis dalam mereformasi pola pengembangan karier ASN agar lebih objektif, transparan, dan berbasis kinerja.
Ia menjelaskan, penerapan Mantel ini telah memperoleh persetujuan resmi dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat. Dengan demikian, Banyuasin memasuki fase penting dalam transformasi manajemen kepegawaian.
“Dengan adanya persetujuan dari BKN, hari ini kita mulai sosialisasi sekaligus launching Manajemen Talenta kepada ASN, khususnya pejabat administrator dan pejabat fungsional madya,” ujarnya.
Menurut Izromaita, sistem promosi jabatan kini tidak lagi mengandalkan seleksi terbuka semata, melainkan berdasarkan pemetaan kinerja dan potensi ASN melalui skema sembilan kotak talenta.
“Pimpinan daerah bisa melihat secara objektif ASN yang berada di kotak 7, 8, dan 9. Mereka inilah yang diprioritaskan untuk promosi jabatan,” jelasnya.
Sementara itu, ASN yang masih berada pada kotak 1 hingga 6 diarahkan untuk mendapatkan pembinaan dan peningkatan kapasitas sebelum dapat dipertimbangkan naik jabatan.
“Kalau masih di kotak bawah, berarti kinerja dan potensinya harus ditingkatkan terlebih dahulu. Tidak bisa langsung dipromosikan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan tantangan utama dalam penerapan Manajemen Talenta, yakni kedisiplinan ASN dalam memperbarui data kinerja dan portofolio secara mandiri pada sistem.
“Kendala terbesarnya justru ada pada ASN sendiri. Masih banyak yang belum rutin meng-update data, padahal bobot penilaian kinerja mencapai 60 persen. Kalau tidak terdata, otomatis masuk kotak bawah,” ujarnya.
Izromaita menekankan bahwa Manajemen Talenta menuntut peran aktif ASN untuk terus mengembangkan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan, kerja kolaboratif, serta peningkatan kinerja harian.
“Sistem ini akan sangat menentukan arah karier ASN ke depan. Manajemen Talenta mendorong setiap pegawai untuk terus berkembang dan berprestasi,” tegasnya.
Melalui sosialisasi ini, ia berharap seluruh ASN di lingkungan Pemkab Banyuasin memahami konsep Manajemen Talenta secara menyeluruh dan segera melengkapi data pada sistem My ASN.
“Target kita, sebanyak mungkin ASN berada di kotak 7, 8, dan 9. Dengan begitu, pimpinan daerah lebih mudah menyiapkan kader terbaik untuk menduduki jabatan strategis,” pungkasnya.












