Potensinews.id — Skena musik Sumatera Selatan kembali bergetar. Setelah dua dekade menghilang dari panggung, dua musisi lokal, Derga dan Nesto, resmi kembali lewat proyek kolaborasi bertajuk Derga X Nesto.
Comeback ini bukan sekadar nostalgia. Keduanya hadir membawa keresahan terhadap situasi global yang kian memanas, termasuk isu Perang Dunia III yang ramai diperbincangkan.
Nesto dengan karakter hip-hop yang tajam berpadu dengan sentuhan funk rock khas Derga. Perpaduan dua genre ini menciptakan warna baru yang berani dan siap mengguncang industri musik, tidak hanya di level lokal, tetapi juga nasional.
Kolaborasi ini melahirkan single perdana berjudul “Post Traumatic Stress Disorder”. Lagu ini dikemas dengan energi penuh serta lirik kritis yang menyuarakan penolakan terhadap perang.
“Perang tidak menghasilkan apa-apa. Stop World War 3! Perang hanya akan menghasilkan debu dan air mata,” menjadi pesan kuat yang mereka gaungkan.
Bagi Derga dan Nesto, musik kini bukan hanya hiburan, melainkan medium untuk menyuarakan perdamaian di tengah dunia yang penuh ketegangan.
Derga mengaku comeback ini menjadi momen emosional setelah vakum selama 20 tahun. Ia berharap karya tersebut mampu menyatukan masyarakat di tengah berbagai perbedaan.
“Semoga karya ini bisa diterima semua kalangan dan menjadi ajakan untuk bersama-sama menyuarakan perdamaian,” ujarnya.
Single “Post Traumatic Stress Disorder” dijadwalkan rilis pada Mei 2026 dan akan tersedia di berbagai platform musik digital.
Dengan energi baru dan pesan kuat yang diusung, Derga X Nesto optimistis mampu menghadirkan warna berbeda sekaligus menjadi suara alternatif di tengah riuhnya isu global.
Dari Palembang, sinyal perdamaian itu kini mulai menggema.












