Sumatera Selatan

Gelar Diskusi dengan Jokowi, Ketua DPD BRN Sumsel Bahas Rencana Pembangunan Rumah Tahfidz Teman Tuli di Palembang

×

Gelar Diskusi dengan Jokowi, Ketua DPD BRN Sumsel Bahas Rencana Pembangunan Rumah Tahfidz Teman Tuli di Palembang

Sebarkan artikel ini
Gelar Diskusi dengan Jokowi, Ketua DPD BRN Sumsel Bahas Rencana Pembangunan Rumah Tahfidz Teman Tuli di Palembang
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Brigade Rakyat Nusantara (BRN) Sumatera Selatan, H. Derga Karenza, bersama Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). | Ist

Potensinews.id – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Brigade Rakyat Nusantara (BRN) Sumatera Selatan, H. Derga Karenza, menggelar pertemuan dan diskusi dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), pada Minggu, 28 Juni 2026.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda penting, salah satunya mengenai pengembangan fasilitas pendidikan keagamaan bagi penyandang disabilitas di Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan itu, H. Derga Karenza menyampaikan undangan kepada Jokowi agar berkenan meresmikan rencana pembangunan Rumah Tahfidz Teman Tuli Roudhotul Ashom yang akan dibangun di kawasan Perumahan Priviledge, Palembang.

“Salah satunya adalah untuk mengundang kesediaan beliau (Jokowi) untuk meresmikan rencana pembangunan Rumah Tahfidz Teman Tuli Roudhotul Ashom,” ujar Derga dalam keterangannya yang dikutip dari unggahan media sosial.

Baca Juga:  Dukung Kemanusiaan, PRODER Gelar Donor Darah di Palembang, Targetkan 100 Kantong

Menurutnya, pembangunan rumah tahfidz tersebut memiliki nilai strategis dalam mendukung pendidikan keagamaan yang inklusif. Rumah Tahfidz Roudhotul Ashom diproyeksikan menjadi rumah tahfidz kedua di Indonesia yang dikhususkan bagi penyandang disabilitas tuli dan buta, sekaligus menjadi yang pertama di Pulau Sumatera.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran Al-Qur’an yang ramah bagi teman tuli dan penyandang disabilitas netra, sekaligus memperluas akses pendidikan keagamaan yang setara bagi masyarakat berkebutuhan khusus di Sumatera Selatan.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai itu juga mendapat respons positif dari berbagai pihak yang mendukung upaya pemenuhan hak-hak pendidikan dan keagamaan bagi penyandang disabilitas di Indonesia.