Potensinews.id — Kisah inspiratif datang dari Dewi Purnama, perempuan sederhana yang berhasil mendirikan usaha kuliner Pondok Raja Purnama bukan dari kelimpahan, melainkan dari keterbatasan, keyakinan, dan keteguhan iman.
Berawal dari pencarian jati diri dan nama usaha yang tepat, Dewi mengaku telah mencoba berbagai konsep, mulai dari kafe, kantin hingga angkringan, namun tak satupun terasa “klik” di hati. Hingga suatu momen spiritual mengubah arah hidupnya.
“Pendeta Sapta Tandi pernah menyampaikan, siapa Bapak kita? Bapak di atas segala bapak, Raja di atas segala raja. Dari situlah muncul nama Raja Purnama. Saya ini hanya hamba, tapi Tuhan yang memampukan,” ujarnya.
Nama “Purnama” sendiri memiliki makna mendalam baginya, mengingat ia lahir saat bulan purnama, sebagaimana pesan almarhum ayahnya. Dari situlah lahir identitas kuat yang kemudian menjadi nama usaha yang ia bangun dengan penuh perjuangan.
Pondok Raja Purnama di bangun dengan kesatuan hati, karena kami memang bersatu untuk membangun Pondok Raja Purnama. Dan Tuhan Allah lah yang menopang dan membantu kami,” katanya.
Dalam proses pembangunan, Dewi memanfaatkan barang-barang yang ada, kayu, hingga material seadanya yang didaur ulang. Bahkan, pembangunan pondok sempat terhambat karena keterbatasan biaya.
“Saya enggak punya uang untuk beli tali. Tapi Tuhan selalu kirimkan jalan. Ada saja yang datang, beli barang saya, atau bantu. Semua cukup, tidak berlebihan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran orang-orang baik di sekitarnya menjadi bagian penting dalam perjalanan usahanya.
“Saya sangat bersyukur, Tuhan sangat baik sangat amat baik kepada saya. Dia Allah yang sangat mengasihi saya, tidak akan sekalipun Tuhan membiarkan kami kelaparan karena ladang yang Tuhan beri pasti akan Tuhan berkati. Dan berkat Tuhan itu Ya dan Amin. Tidak akan ada yang bisa menandingi kehebatan Tuhan, jalan bersama Tuhan sungguh indah penuh dengan sukacita,” ungkapnya.
Dengan tekad kuat, ia membangun pondok setinggi tujuh meter berukuran 4×4 meter, yang menurutnya bukan sekadar ukuran fisik, melainkan simbol harapan dan iman.
Tak hanya soal bangunan, konsep usaha ini juga mengedepankan nilai berbagi. Pada awal pembukaan, Pondok Raja Purnama menghadirkan berbagai promo menarik, seperti beli empat paket gratis satu paket, serta gratis minuman, kopi, fasilitas nongkrong, pempek, es krim, hingga Wi-Fi gratis bagi pengunjung.
Menu yang ditawarkan pun beragam dan terjangkau, di antaranya lele goreng, lele crispy, ayam goreng, ayam goreng telur, tahu/tempe, cah toge, nila goreng, nila crispy, pindang patin, pindang kerupuk, cah kangkung, cah capcay, hingga mie ayam kampung. Pengunjung juga dapat menikmati cita rasa khas melalui sensasi sambal Seruit ala Purnama.
Selain kuliner, Pondok Raja Purnama juga menghadirkan konsep usaha kreatif dengan menyediakan berbagai layanan dan produk, seperti walldecor florist, jasa hias taman, bucket bunga, bunga artificial, hiasan dinding aesthetic, lampu hias aesthetic, lukisan 3D, hingga fresh flower atau bunga segar, dan juga menyediakan jasa salon.
Layanan ini turut melengkapi konsep pondok sebagai ruang usaha terpadu yang tidak hanya fokus pada makanan, tetapi juga keindahan dan kreativitas. Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi 0896-6767-6633.
Dalam waktu dekat, Pondok Raja Purnama juga akan memperluas jangkauan layanan dengan menjalin kerja sama bersama platform pemesanan makanan online seperti GoFood, ShopeeFood, dan GrabFood.
Menariknya, Pondok Raja Purnama juga menjadi ruang kolaborasi. Dewi menyebut usaha ini terbuka bagi siapa saja yang ingin bertumbuh bersama.
“Semua mengalir seperti sungai yang mengalir di tepi aliran sungai. Saya hanya bekerja menggarap ladang yang telah Tuhan percayakan kepada saya. Saat soft opening, suasana berlangsung sederhana namun penuh makna. Tiga suster yang datang secara tiba-tiba turut memimpin doa, bertepatan dengan peringatan dua tahun wafatnya sang ibu,” ungkapnya.
Kini, Pondok Raja Purnama mempekerjakan sekitar 20 orang dengan sistem kerja fleksibel. Dewi berharap usahanya tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga menjadi tempat berbagi bagi sesama.
“Harapan saya, banyak orang bisa makan di sini. Kalau kita bisa berbagi, itu sudah jadi kebahagiaan,” tuturnya.
Ke depan, ia juga berharap dapat membuka cabang di berbagai daerah, dengan tetap berpegang pada prinsip kebersamaan dan berjalan bersama Tuhan.
Dengan fasilitas Wi-Fi gratis, konsep tempat yang hangat dan sederhana, serta semangat kebersamaan, Pondok Raja Purnama menjadi bukti bahwa usaha yang dibangun dari hati mampu menghadirkan harapan bagi banyak orang.












