Potensinews.id – Sebanyak 45 ribu siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Palembang mengikuti Try Out (TO) Akbar Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026 secara serentak, Rabu, 29 Januari 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring guna mengukur kesiapan akademik dan mental siswa menjelang ujian sesungguhnya pada April mendatang.
Pembukaan kegiatan dipusatkan di SMP Negeri 19 Palembang dan menjangkau seluruh sekolah di 18 kecamatan se-Kota Palembang. Dalam simulasi ini, para siswa diberikan waktu 120 menit untuk menyelesaikan 60 butir soal yang mencakup mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.
Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menjelaskan bahwa simulasi ini merupakan instrumen penting bagi peserta didik untuk memahami mekanisme tes.
“Melalui simulasi ini, siswa dapat mengukur kemampuan akademiknya sekaligus memahami alur pelaksanaan tes yang sesungguhnya. Ini sangat membantu mereka agar lebih siap dan percaya diri,” ujar Isnaini.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palembang, HM Heru Hermawan, SSTP., SH., M.Si., memaparkan bahwa pelaksanaan try out diatur secara bertahap mulai 29 Januari hingga 4 Februari 2026. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem pendaftaran dan pengerjaan soal daring.
“Total peserta mencapai sekitar 45 ribu siswa. Karena keterbatasan kapasitas server, pelaksanaan kami bagi selama empat hari agar sistem tetap stabil dan lancar,” jelas Heru.
Rincian peserta terdiri dari 18.660 siswa SMP negeri dan 6.970 siswa SMP swasta (kelas IX). Sementara untuk jenjang SD, tercatat 18.407 siswa dari 249 sekolah negeri dan 6.170 siswa dari 138 sekolah swasta ikut berpartisipasi.
Selain bagi siswa, hasil try out ini akan menjadi barometer bagi pihak sekolah dan tenaga pendidik untuk mengevaluasi capaian belajar serta memetakan kemampuan akademik secara menyeluruh.
“Harapan kami, anak-anak akan lebih matang saat menghadapi TKA sesungguhnya yang diselenggarakan oleh Kemendikdasmen pada April nanti. Hasil ini akan menjadi bahan perbaikan proses pembelajaran di sekolah,” pungkas Heru.
Meski sempat terjadi kendala teknis akibat ribuan peserta mengakses sistem secara bersamaan di awal sesi, secara umum pelaksanaan hari pertama berjalan kondusif.
Para siswa mengaku sangat terbantu dengan adanya simulasi ini untuk mengenali bagian materi yang perlu diperdalam kembali.












